Keutamaan dan Hikmah Berdoa. Ud'uni astajib lakum, berdoalah maka niscaya akan Aku kabulkan. Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam surah al-Mu'min ayat 60 di atas mengisyaratkan kepada manusia untuk selalu menyandarkan sesuatu perkara hanya kepada Allah. Manusia pada hakikatnya adalah satu-satunya makhluk yang Allah berikan akal untuk "Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina" (QS. Ghafir: 60). Dalam sebuah hadits qudsi, Allah Ta'ala berfirman: يا عبادي ! كلكم جائعٌ إلا من أطعمتُه . "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran." (QS. Dalam Al-Qur'an terdapat banyak ayat yang menunjukkan adanya doa antara lain, "(Dan) Tuhanmu berfirman, 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan bagimu. (Dan) apabila hamba-hamba-Ku bertanya tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku. Doa adalah puncak penghambaan dan ekspresi kehinaan insani, mencakup pula makna pujian kepada Allah dan menyandarkan kedermawanan dan kemurahan hati hanya kepada-Nya.". ( Sya'nu ad-Du'a, Al-Khathabi, 4) Sedangkan istilah mustajab adalah isim maf'ul dari kata istajaaba. Artinya, dijawab, diterima, atau dikabulkan. kTdmn.

berdoalah akan aku kabulkan