KetikaMendel melanjutkan percobaannya dengan menyilangkan sesama tanaman F1 (BbKk) ternyata dihasilkan perbandingan 16 variasi genotip dan 4 variasi fenotip F2 sebagai berikut: 9 tanaman ercis berbiji bulat warna kuning :3 ercis berbiji bulat warna hijau : 3 ercis berbiji kerut warna kuning : 1 ercis berbiji kerut warna hijau.
Amatidiagram berikut, yang dikenal sebagai "metode pohon" untuk persilangan dihibrid. Dalam metode ini, rasio genotip dari masing-masing gamet yang berbeda dikalikan dengan gen kedua untuk mendapatkan hasil yang sama, hanya ditampilkan secara vertikal dan bukan dalam kotak.
Berdasarkanpersilangan di atas, kita bisa mengetahui perbandingan fenotip dan genotipnya. Perlu diingat kalau fenotip adalah sifat yang tampak. Jadi, berdasarkan hasil F2 kita bisa tahu kalau perbandingan fenotipnya adalah 3 : 1 (3 sifat merah : 1 sifat putih). Sedangkan, untuk perbandingan genotipnya diperoleh MM : Mm : mm = 1 : 2 : 1.
Ciriciri persilangan Dihibrid: Persilangan dengan memperhatikan dua sifat beda Jumlah Gamet yang terbentuk pada setiap individu adalah 4 (2 n) Fenotip individu ditentukan oleh 2 macan sifat genetik Dijumpai maksimal 16 variasi genotip pada F2 7 sifat kontras yang dimiliki ercis ( Pisum sativum)
Dalammenentukan genotip dan fenotip hasil keturunan, maka cara termudahnya adalah langsung dengan memasangkan alel antara kedua induk yang sealel, menghitung jumlahnya kemudian menggabungkan dengan alel lainnya yang bukan sealel dan mengalikan koefisiennya. Contoh 03
QyYplc4. Pada artikel Biologi kelas XII kali ini, kamu akan mempelajari tentang persilangan monohibrid dan persilangan dihibrid pada Hukum Mendel. — Halo teman-teman yang di sana! Kamu, iya kamu! Siapa di antara kamu yang tahu siapa ilmuwan yang dijuluki sebagai Bapak Genetika Modern? Jawabannya pasti sudah ketebak ya saat kamu membaca judul artikel ini. Yup! Beliau adalah Mendel. Nama lengkapnya adalah Gregor Johann Mendel. Mendel menemukan bahwa pewarisan sifat dari induk kepada keturunannya mengikuti suatu pola tertentu. Penemuan itulah yang sampai sekarang kita sebut dengan nama Hukum Mendel. Nah, Hukum Mendel ini dibagi menjadi dua nih, yang pertama adalah Hukum I Mendel dan yang kedua adalah Hukum II Mendel. Bunyi Hukum Mendel Gimana sih bunyi Hukum I Mendel dan Hukum II Mendel? Simak berikut ini yuk! Hukum I Mendel “Setiap alel dari gen yang sama akan berpisah atau bersegregasi secara bebas pada saat pembentukan gamet.” Hukum II Mendel “Setiap alel dari gen yang berbeda akan bergabung atau berasortasi secara acak pada saat pembentukan gamet.” Baca juga Pola-Pola Hereditas Perlu kamu ketahui, Hukum I Mendel disebut juga dengan hukum segregasi bebas. Kenapa? Karena pada hukum ini, alel-alel di dalam gen yang sama mengalami pemisahan segregasi secara bebas saat pembentukan gamet. Alel itu sendiri adalah variasi atau bentuk alternatif dari suatu gen yang terletak di lokus yang sama pada kromosom homolog. Di sisi lain, Hukum II Mendel disebut juga dengan hukum asortasi bebas karena alel-alel dari gen yang berbeda akan mengalami penggabungan asortasi secara bebas saat pembentukan gamet. So, jangan sampai tertukar ya. Nah, Hukum I Mendel dan Hukum II Mendel ini diterapkan pada proses persilangan yang akan kita bahas pada artikel kali ini. Yuk, langsung saja kita simak! Istilah-Istilah dalam Persilangan Sebelum kita masuk ke inti dari pembahasan kita, ada istilah-istilah dalam persilangan yang perlu kamu ketahui dulu nih. Supaya kamu nggak bingung, ayo kita kenali istilah-istilah tersebut. Apa saja ya? Ini dia! Oke, setelah kamu tahu apa saja simbol dan istilah-istilah dalam persilangan itu, sekarang yang harus kamu ketahui adalah bagaimana cara dalam menentukan gamet. Gamet yang akan kita ketahui adalah berapa jumlahnya serta apa jenisnya. Baca juga Mengenal Gen, DNA, dan Kromosom Cara Menentukan Gamet Nah, sekarang kamu sudah tahu macam-macam simbol, istilah, serta cara dalam menentukan gamet, nih. Berarti kamu sudah siap untuk masuk ke pembahasan yang kita nanti-nanti dari tadi. Daripada terlalu banyak nulis, mending langsung kita simak saja, yuk! Persilangan Monohibrid Persilangan monohibrid adalah persilangan dengan satu sifat beda. Maksudnya adalah pada persilangan ini, kita hanya memperhatikan satu sifat saja, seperti warna bunga merah, putih, dsb atau bentuk buah bulat, lonjong, dsb. Pada persilangan monohibrid berlaku Hukum Mendel I karena pada saat pembentukan gamet , alel-alel yang sebelumnya berpasangan akan mengalami pemisahan secara bebas dalam dua sel gamet. Secara bebas di sini maksudnya adalah pemisahan kedua alel tersebut tidak dipengaruhi atau mempengaruhi pasangan alel yang lainnya. Mendel melakukan persilangan monohibrid dengan satu sifat beda yang menunjukkan sifat dominansi yang muncul secara penuh dan sifat dominansi yang tidak muncul secara penuh intermediet. Baca juga Mengenal Hukum Mendel tentang Pewarisan Sifat pada Makhluk Hidup 1. Kasus dominansi penuh Persilangan pada kasus dominansi penuh akan terjadi apabila sifat alel yang satu dapat menutupi sifat alel yang lainnya. Akibatnya, sifat alel yang lebih kuat itu dapat menutupi sifat alel yang lemah. Dalam hal ini, alel yang memiliki sifat yang menutupi disebut alel dominan dan alel yang memiliki sifat yang ditutupi disebut alel resesif. Perhatikan contoh di bawah ini, ya. Persilangan antara bunga mawar merah MM dengan bunga mawar putih mm dengan alel M bersifat dominan penuh terhadap m. Lakukanlah persilangan sampai mendapatkan F2! Penyelesaian Berdasarkan persilangan di atas, kita bisa mengetahui perbandingan fenotipe dan genotipenya. Perlu diingat kalau fenotipe adalah sifat yang tampak. Jadi, berdasarkan hasil F2 kita bisa tahu kalau perbandingan fenotipenya adalah 3 1 3 sifat merah 1 sifat putih. Sedangkan, untuk perbandingan genotipenya diperoleh MM Mm mm = 1 2 1. 2. Kasus dominansi tidak penuh Intermediet Persilangan pada kasus intermediet terjadi apabila sifat dari salah satu alel tidak dapat menutupi sifat alel lain secara penuh. Akibatnya, individu heterozigot memiliki fenotipe intermediet di antara sifat kedua induknya. Perhatikan contoh di bawah ini. Persilangan antara bunga mawar merah MM dengan bunga mawar putih mm dengan M bersifat dominansi tidak sempurna terhadap m. Lakukanlah persilangan sampai mendapatkan F2! Penyelesaian Bagaimana nih? Sampai di sini paham ya? Kalau begitu, ayo kita lanjut ke jenis persilangan yang kedua, yaitu persilangan dihibrid. Baca juga Penyimpangan Semu Hukum Mendel Persilangan Dihibrid Jika pada persilangan monohibrid kita hanya memperhatikan satu sifat beda saja, maka pada persilangan dihibrid kita akan memperhatikan dua sifat beda. Misalnya warna buah dan bentuk buah, warna buah dan rasa buah, dsb. Pada persilangan dihibrid berlaku Hukum II Mendel karena pada saat pembentukan F2, alel-alel dari gen yang berbeda akan bergabung mengelompok secara bebas saat pembentukan gamet. Penggabungan secara bebas ini maksudnya adalah alelyang satu dapat secara bebas bergabung dengan alel dari gen yang lainnya tanpa adanya syarat tertentu. Perhatikan contoh berikut ini. Persilangan antara biji bulat kuning BBKK dengan biji kisut hijau bbkk. Biji bulat B dominan terhadap biji kisut b dan warna kuning K dominan terhadap warna hijau k. Lakukan persilangan sampai mendapat F2! Penyelesaian Sehingga, akan diperoleh F2 = bulat kuning B_K_, bulat hijau B_kk, kisut kuning bbK_, kisut hijau bbkk. Untuk perbandingan fenotipnya adalah sebagai berikut Perbandingan fenotip = bulat kuning bulat hijau kisut kuning kisut hijau = 9 3 3 1. Wow, lumayan panjang ya pembahasan kita kali ini. Bagaimana, sudah mulai pusing? Tapi tenang, pembahasan yang kelihatannya panjang dan rumit ini aslinya mudah kok, serius deh! Latihan Soal Monohibrid dan Dihibrid Nah, kalau kamu cuma baca doang tanpa latihan soal, kan nggak afdol tuh. Oleh karena itu, di bawah ini ada latihan soal nih. Langsung dicoba, ya! Nanti yang sudah dapat jawabannya, bisa langsung tulis di kolom komentar. Oke? — Oke, selesai sudah pembahasan menarik kita kali ini tentang persilangan monohibrid dan dihibrid pada Hukum Mendel. Oh iya, kalau kamu masih bingung dengan materi ini, atau kamu ingin pelajari materi ini lewat video animasi biar lebih menarik lagi belajarnya, kamu bisa lho download aplikasi Ruangguru, lalu pilih aplikasi ruangbelajar. Dijamin, belajar jadi tambah asik dan nggak membosankan! Semangat belajar, ya! Semangat meraih mimpi! Referensi Irnaningtyas. 2018. Biologi untuk SMA/MA Kelas XII Kurikulum 2013 Revisi. Jakarta Erlangga.
Artikel makalah membahas tentang Persilangan Dihibrid kelas 9 dan jawabannya, meliputi dari pengertian, contoh serta jawabannya, supaya mudah di pahami. Apa Persilangan Dihibrid itu,,, Hal ini merupakan cara perumusan yang telah didasari dari sebuah genetika Mendel yang akan menggunakan media untuk menggambarkan persilangan dari berbagai media. Nah untuk lebih mudah lagi langsung saja simak pembahasan di bawah ini Pengertian Persilangan DihibridProses Hasil Persilangan Dihibrid Ciri Ciri Persilangan DihibridMacam Dihibrid Menentukan Jumlah Gamet Share thisRelated posts Pengertian Persilangan Dihibrid Persilangan dihibrid adalah sebuah eksperimen genetik yang di mana fenotipe dua gen akan dilacak dengan adanya perkawinan individu yang membawa banyak alel di lokus. Maka dalam suatu organisme dengan bagian dari dua garis pemuliaan sejati dengan perbedaan “hibrida” sebagai “Dihybrid Crossing” yang berasal dari historis dengan generasi masa. Dengan demikian Persilangan Dihibrid dalam organisme generatif akan membawa dua salinan dari masing-masing gen yang akan memungkinkan dalam membawa dua alel yang berbeda. Adapaun akan merujuk pada organisme yang “benar-benar akan berlipat ganda” supaya dapat menentukan gen secara tertentu dalam membentuk zigot. Baca Juga Persilangan Monohibrid Proses Hasil Persilangan Dihibrid Ketika proses dalam membuat persilangan antara beberapa tanaman kacang bulat kuning dengan tanaman kacang hijau maka akan menemukan anak dari perkawinan pada setiap tanaman yang akan di jadikan eksperimennya. Ketika Mendel akan melanjutkan eksperimennya dengan melintasi tanaman F1 maka akan menemukan hasil nya diantaranya adalah. Hubungan berikut diperoleh 9/16lipatan kuning 3/16 lipatan hijau3/16 lipatan kuning1/16 lipatan hijau Dari hasil persilangan F1 bulat kuning heterozigot / BbKk akan menemukan bentuk dari persilangan nya masing. kacang F2 16 9 bulat kuning3 bundar hijau3 lipatan kuning1 lipatan hijau Baca Juga Hukum Mendel Ciri Ciri Persilangan Dihibrid Pada sebuah persilangan monohibrid yang akan di nyatanakan fokus hanya pada satu fitur dengan persimpangan dari dua individu yang serupa dengan beberapa sifat yang berbeda juga sehingga akan menemukan Mendel dengan menyatakan gen dari berkelompok dan akan di jadikan satu. Dalam pernyataan dapat juga disebut sebagai Hukum Mendel II dengan bermacam-macam independen untuk melakukan percobaan yang melintasi pada setiap mempertimbangan dari karakteristik yang berbeda sehingga akan menemukan jenis tanamannya. Ciri dari rumus persilangan Dihibrid adalah Persilangan dalam hal dua sifat yang berbeda Jumlah gamet yang terbentuk pada masing-masing individu adalah 4 2n. Fenotip individu ditentukan oleh dua karakteristik genetik harimau Maksimal 16 variasi genotip F2 ditemukan Macam Dihibrid Dari ulasan di atas maka di sini juga kami akan memberikan beberapa macam Persilangan Dihibrid diantaranya. Contoh dalam menentukan gamet dengan persilangan adalah. 1. Genotip BbKk denan perubahan nya maka gamet genotip tersebut dapat berupa. Jenis-jenis gamet dapat terbentuk dalam genotipe dengan 2 karakteristik berbeda adalah. Yaitu BK-Bk- bK-bk 2. Genotipe adalah sebagai HHLl gamet yang memiliki datanya. Gametipe yang terbentuk dalam genotipe dengan 2 karakteristik berbeda HHL1 adalah 2 jenis HL dan HL, tetapi jumlah gamet masih 4 22 Yaitu HL-HL-HL-Hl Contohnya adalah sebagai berikut Dengan demikian jenis gamet yang diperoleh untuk genotipe TtMmBB adalah Yaitu TMB-TMB-TmB-Tmb-tMB-tMb-tmB-dan-tmb Baca Juga Interferensi Cahaya Menentukan Jumlah Gamet Jumlah gamet yang diproduksi dalam genotipe dapat ditentukan dengan rumus 2n, n Maka Jumlah sifat yang berbeda adalah. Contoh Jumlah gamet dari genotipe BbKk biji bulat – biji kuning memiliki 2 karakteristik yang berbeda / dihibrid Jadi n=2 –> 2n = 22 = 4, BK-Bk-bK-dan-bk Jumlah gamet dari genotipe LLHh rambut lurus – warna hitam memiliki 2 karakteristik yang berbeda / dihibrid. Jadi n= 2 –> 2n = 22 = 4, yaitu LH, LH, LH dan Lh, meskipun hanya ada dua jenis gamet, LH dan Lh Jumlah gamet dari genotipe BbKkTt benih bulat kuning tinggi memiliki 3 karakteristik / trihibrid yang berbeda. Jadi n=3 –> 2n = 23 = 8 BKT-BKt-BkT-Bkt-bKT-bKt-bkT-dan-bkt Nah demikianlah sobat yang dapat kami bahas mengenai ulasan tentang Persilangan Dihibrid serta penjelasan dan contohnya, semoga artikel ini dapat berguna dan bermanfaat unutk kita semua, sekian dan terima kasih Baca Juga Rumus Rubik 3×3
Daftar isi1 Bagaimana cara menentukan rasio genotip dan fenotip?2 Berapakah rasio fenotip F2 nya?3 Berapakah perbandingan fenotip pada persilangan dihibrid berdasarkan hukum mendel 2?4 Bagaimana untuk melihat genotip?5 Apakah orang tua memiliki genotip?6 Apa yang dimaksud rasio fenotipe?7 Apa yang anda ketahui tentang gen genotipe dan fenotipe?8 Bagaimana perbandingan fenotip dan genotip F2?9 Apakah yang dimaksud dengan genotip dan fenotip berilah contohnya?10 Bagaimana perbandingan fenotip dan genotip F2 dari persilangan monohibrid?11 Bagaimana perbandingan fenotip F2 pada persilangan dihibrid? Jadi cara menentukan rasio baik genotip maupun fenotip yaitu dengan cara menyilangkan spesies yang sama tersebut. Persilangan dihibrid merupakan persilangan antar dua sifat beda pada suatu spesies. F1= 100% menghasilkan Buah manis Pohon tinggi. F2= 9 3 3 1 didapatkan dari hasil persilangan. Bagaimanakah rasio fenotip dari dihibrid? Persilangan ini dapat membuktikan kebenaran Hukum Mendel II yaitu bahwa gen-gen yang terletak pada kromosom yang berlainan akan bersegregasi secara bebas dan dihasilkan empat macam fenotip dengan perbandingan 9 3 3 1. Percobaan yang dilakukan persilangan dihibrid dapat dipraktikan dengan menggunakan kancing … Berapakah rasio fenotip F2 nya? Rasio fenotip F2 hasil persilangan monohibrid intermediat adalah 121. Persilangan monohybrid merupakan persilangan dengan satu sifat beda. Persilangan intermediet merupakan persilangan dimana sifat dominan dan resesif sama kuatnya sehingga memunculkan sifat campuran keduanya. Berapa perbandingan Genotip dan fenotip F2 pada persilangan monohibrid? Perbandingan fenotipe F2 pada persilangan monohibrid dominan penuh yaitu 31. Persilangan monohibrid dominan penuh dapat dicontohkan sebagai berikut Bunga berwarna merah MM disilangkan dengan bunga berwarna putih mm. Berapakah perbandingan fenotip pada persilangan dihibrid berdasarkan hukum mendel 2? Sesuai dengan kaidah Hukum Mendel II yaitu kaidah setiap alel berpasangan secara bebas pada persilangan dihibrid, rasio fenotipe F2 adalah 9331. Berapa perbandingan fenotip F2 pada persilangan dihibrid? Perbandingan fenotipe f2 pada persilangan dihibrid adalah​ Persilangan dihibrida menghasilkan rasio fenotipe 9331 pada generasi F2. Bagaimana untuk melihat genotip? Sementara itu untuk melihat genotip, caranya lebih kompleks, yaitu dengan melakukan tes biologis khusus yang dinamakan whole genome sequencing WGS. Hasil dari tes WGS ini akan menunjukkan molekul-molekul DNA secara detail, sehingga susunan genotip seseorang bisa diketahui secara lengkap. Apakah perbedaan antara rasio fenotipe dan genotipe? Perbandingan antara populasi keturunan untuk karakteristik yang dapat diamati adalah rasio fenotipe. Sedangkan perbandingan antara susunan genetik antar populasi keturunan adalah rasio genotipe. Inilah perbedaan utama antara rasio fenotipe dan genotipe. Karena itu, keduanya berguna dalam studi genetika. Apakah orang tua memiliki genotip? Sederhananya, genotip adalah gen yang diwariskan dari orang tua. Meski begitu, tidak demikian dengan fenotip. Orang-orang kembar identik akan memiliki genotip yang sama, meski fenotipnya bisa berbeda. Fenotip seseorang bisa berubah-ubah sepanjang hidupnya, karena lingkungan bisa memengaruhi banyak hal di tubuh manusia. Apa yang terjadi antara genotip dan fenotip? Ciri khas itu muncul dari perbedaan genetik, serta pengaruh lingkungan tempatnya berada. Dalam bahasa biologi, kedua faktor ini disebut dengan istilah genotip dan fenotip. Genotip dan fenotip adalah dua konsep penting dalam pewarisan sifat. Sebab, keduanya saling berkaitan satu sama lain. Apa yang dimaksud rasio fenotipe? Imitasi ratio fenotip dapat diartikan sebagai penentuan Genotip dan Fenotip suatu sampel melalui model tiruan persilangan Monohibrid, Dihibrid, Trihibrid, dst. Berapa rasio pada persilangan dihibrid? Rasio fenotip persilangan dihibrid adalah 9 3 3 1. Sedangkan rasio fenotip persilangan monohibrid adalah 3 1 untuk dominansi penuh, 1 2 1 untuk dominansi tidak penuh/ intermediet. Apa yang anda ketahui tentang gen genotipe dan fenotipe? Genotip adalah susunan gen khas yang diwariskan orang tua ke anaknya. Sementera itu fenotip adalah ciri khas fisik yang terbentuk karena gabungan dari genotip dan pengaruh lingkungan. Bagaimana rasio genotip dan fenotip F2 pada persilangan monohibrid intermediet menurut hukum Mendel? Rasio fenotip F2 hasil persilangan monohibrid intermediat adalah 121. Persilangan monohybrid merupakan persilangan dengan satu sifat beda. Bagaimana perbandingan fenotip dan genotip F2? Perlu diingat kalau fenotip adalah sifat yang tampak. Jadi, berdasarkan hasil F2 kita bisa tahu kalau perbandingan fenotipnya adalah 3 1 3 sifat merah 1 sifat putih. Sedangkan, untuk perbandingan genotipnya diperoleh MM Mm mm = 1 2 1. Berapakah perbandingan fenotip pada persilangan dihibrid? Persilangan dihibrida menghasilkan rasio fenotipe 9331 pada generasi F2. Apakah yang dimaksud dengan genotip dan fenotip berilah contohnya? Fenotip = sifat hasil dari genetika yang dapat terlihat dari luar. contoh pada persilangan antara apel merah dengan apel hijau menghasilkan apel merah, merah adalah sifat fenotip. Genotip Sifat tak terlihat dr luar. Bagaimana rasio fenotip pada F2? Jawaban fenotip adalah sifat yang tampak. Jadi, berdasarkan hasil F2 kita bisa tahu kalau perbandingan fenotipnya adalah 3 1 3 sifat merah 1 sifat putih. Sedangkan, untuk perbandingan genotipnya diperoleh MM Mm mm = 1 2 1. Bagaimana perbandingan fenotip dan genotip F2 dari persilangan monohibrid? Bagaimana perbandingan genotip dan fenotip keturunan F2 dari persilangan monohibrid dominan? Perbandingan fenotipe F2 pada persilangan monohibrid dominan penuh yaitu 31. Bagaimana perbandingan fenotip F2 pada persilangan dihibrid? Keturunan kedua F2 Dilansir dari Biology LibreTexts, perbandingan sifat F2 pada persilangan dihibrid dinyatakan dalam rasio fenotipe 9331.
Bagaimana perbandingan genotipe dan fenotipe dari hasil persilangan antara organisme yang memiliki genotipe Aa dan organisme yang bergenotipe AA dalam keadaan dominansi tidak penuh? Jawaban Perbandingan Genotipe = 11 Perbandingan Fenotipe = 11 Pendahuluan Gen Dominan Tak Penuh atau Dominan Tak Sempurna akan menyebabka sifat intermediet, dengan fenotip sifat tampak berada diantara fenotip dominan dan resesif. Sifat intermediate adalah gen dan sifat yang bila ada dua sifat dan gen pada organisme anakan, akan bercampur menghasilkan sifat perantara antara kedua sifat tersebut. Contoh sifat intermediet adalah warna pada bunga. Dua tanaman dengan bunga monozigot, yang berwarna putih dan merah, bila bereproduksi akan menghasilkan bunga dengan sifat intermediet, yaitu bunga merah muda. Ini karena percampuran sifat yang dihasilkan oleh gen pembawa sifat warna bunga. Pembahasan Persilangan yang terjadi adalah Parental Aa intermedit x AA dominan Gamet A, a x A Filial AA dominan, Aa intermediet Perbandingan Genotipe AAAa = 11 Perbandingan Fenotipe dominanintermediet = 11 Pelajari lebih lanjut 1. Jelaskan perbedaan sifat resesif,dominan,dan intermediet? - Kode Kelas IX Mata pelajaran Biologi Materi Bab 6 - Pewarisan Sifat Kata kunci Gen Dominan Tak Sempurna
PertanyaanSuatu persilangan dihibrid menghasilkan perbandingan genotip 9 3 3 1. Pernyataan yang sesuai data persilangan tersebut adalah ....Suatu persilangan dihibrid menghasilkan perbandingan genotip 9 3 3 1. Pernyataan yang sesuai data persilangan tersebut adalah .... Terdapat 6 macam genotipe. Terdapat 16 macam ada parental induk menghasilkan 3 macam sifat intermediet pada persilangan HartiningrumMaster TeacherJawabanpilihan jawaban yang tepat adalah jawaban yang tepat adalah persilangan memperhatikan dua sifat beda atau lebih. persilangan dihibrid berlaku Hukum II Mendel karena pada saat pembentukan F2, gen di dalam gamet yang tadinya mengalami pemisahan kemudian akan bergabung secara bebas. Hasil perbandingan fenotipnya yaitu 9 3 3 1, terdapat 9 macam genotip, 4 fenotipe, tiap-tiap induk menghasilkan 4 gamet, dan tidak ada sifat intermediet. Persilangan ini terjadi karena genotip parental heterozigot. Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah C .Pada persilangan memperhatikan dua sifat beda atau lebih. persilangan dihibrid berlaku Hukum II Mendel karena pada saat pembentukan F2, gen di dalam gamet yang tadinya mengalami pemisahan kemudian akan bergabung secara bebas. Hasil perbandingan fenotipnya yaitu 9 3 3 1, terdapat 9 macam genotip, 4 fenotipe, tiap-tiap induk menghasilkan 4 gamet, dan tidak ada sifat intermediet. Persilangan ini terjadi karena genotip parental heterozigot. Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah C. Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher di sesi Live Teaching, GRATIS!2rb+Yuk, beri rating untuk berterima kasih pada penjawab soal!
menentukan perbandingan genotip dan fenotip dari hasil persilangan dihibrid