BacaJuga : 4 Contoh Naskah Drama 5 Orang Tentang Belajar Kelompok, Kesombongan, Kejujuran dan Perbedaan Agama. 3. Naskah Drama antara 6 Orang. Contoh lainnya dari naskah drama tentang sekolah kali ini terdiri dari 6 karakter. Nama-nama dari karakter tersebut yaitu Rani, Bisma, Tina, Fadhil, Vira, dan Pak Seto. Tag cerpen tentang sekolahku. Pengertian Cerpen Pendidikan. Posted on 05/04/2019 by admin. Cerita pendek atau pendek dapat disebut sebagai bentuk prosa narasi fiksi. Cerpen-cerpennya cenderung pendek, padat, dan langsung ke sasaran. Cerpen merupakan salah satu [] SINTA IZINKAN AKU MENJADI RAMA Antologi Cerpen. Balai Bahasa Jawa Tengah, 2020. Tirto Suwondo. Download Download PDF. Full PDF Package Download Full PDF Package. This Paper. A short summary of this paper. 37 Full PDFs related to this paper. Download. PDF Pack. People also downloaded these PDFs. TopPDF ANALISIS GAYA BAHASA PADA CERPEN KARYA SISWA Analisis Gaya Bahasa Pada Cerpen Karya Siswa SMA Batik 1 Surakarta Tahun 2011/2012. dikompilasi oleh 123dok.com. Upload Secara singkat gaya bahasa dapat dikatakan bahwa " gaya bahasa adalah cara mengungkapkan pikiran melalui bahasa secara khas yang memperlihatkan jiwa dan kepribadian SekolahkuBersih Aku bersekolah di SMP Negeri 02 Pemalang. Sekolahku berada di samping Stadion sepakbola Mochtar Pemalang. Nah itulah beberapa contoh teks deskripsi tentang sekolah singkat. Kami paparkan mulai dari sekolah SD, SMP, SMA, hingga SMK. Kami berharap contoh teks deskripsi ini dapat membantu kalian semua dalam penyelesaian tugas JaSQ7lZ. JAKARTA, - Contoh cerpen pendidikan singkat dapat menambah referensi kamu dalam menulis sebuah cerita pendek bertemakan pelajaran, sekolah, maupun nilai sosial yang mendidik. Baca Juga Dalam isi sebuah cerpen kebanyakan berupa kisah tentang sebuah peristiwa atau seorang tokoh. Peristiwa atau tokoh tersebut dibatasi hanya satu supaya tidak melebar terlalu luas. Sebagai informasi, cerpen juga dibatasi panjang penulisannya. Panjang cerpen paling tidak 10 ribu kata. Cerpen umumnya merupakan suatu bentuk karangan fiksi. Pembuat cerpen wajib menentukan tokoh-tokoh dalam cerita, menganalisis watak tokoh dan menulis garis besar cerita. Baca Juga Dilansir dari berbagai sumber, Kamis 15/9/2022 telah merangkum contoh cerpen pendidikan singkat, seperti berikut. Contoh Cerpen Pendidikan Singkat 1. Susahnya Mencari Kerja Aji berusia 17 tahun, ia berasal dari keluarga sederhana. Ia ingin mewujudkan cita-citanya dengan harapan ia mampu membuat kedua orang tuanya bangga kepadanya. Aji lulus SMA di usianya menginjak 16 tahun. Keinginannya untuk melanjutkan ke perguruan tinggi harus tertunda lantaran ia tidak mempunyai biaya untuk melanjutkan pendidikannya. Demi mewujudkan harapannya ia rela malang melintang memperjuangkan cita-citanya tersebut. Dengan kondisi keluarga yang pas-pasan, sulit bagi Aji untuk meminta orang tuanya untuk membiayai pendidikannya di perguruan tinggi. Satu-satunya cara agar tetap bisa melanjutkan pendidikanya adalah dengan mencari biayanya sendiri. Di usianya yang masih muda dan belum memiliki pengalaman kerja, tentunya sulit bagi Aji untuk bisa mendapatkan pekerjaan. Namun, tidak membuat Aji patah arang. Ia terus berusaha memperjuangkan keinginannya. Ia sadar bahwa pendidikan sangat penting. Ia terus berusaha untuk mencari pekerjaan dengan kondisinya yang kurang mendukung. Sudah berbulan-bulan mencari pekerjaan, namun belum menuai hasil. Namun ia tetap gigih dalam mendapatkan pekerjaan. Sudah hampir memasuki satu tahun ia mencari kerja, ternyata ia belum mendapatkannya. Namun, ia adalah sosok remaja yang tangguh dan tidak kenal lelah. Terus berusaha dan mencari peluang. Setiap berita yang dia dapat langsung dimanfaatkan. Meski hasil yang didapat belum sesuai harapan, namun ia tetap berusaha. Kegigihan Aji selama hampir setahun mencari pekerjaan akhirnya terbayar sudah. Ia lantas mendapatkan telepon dari sebuah perusahaan dimana tiga hari sebelumnya ia memasukkan lamaran. Informasi loker itu ia dapat dari koran. Pekerjaan yang selama ini ia nantikan akhirnya selangkah lagi ia dapatkan. Aji mendapatkan panggilan interview. Hampir 35 menit sesi tanya jawab dengan kepala personalia tersebut. Walaupun ia belum memiliki pengalaman kerja, namun Aji tetap bisa menjawab dengan baik setiap pertanyaan yang diajukan oleh kabag personalia tersebut. Besoknya, kabar gembira pun datang. Ia mendapat kabar, bahwa ia diterima di perusahaan tersebut. Aji pun langsung diperintahkan masuk kerja pada keesokan harinya setelah mendapat konfirmasi diterima sebagai karyawan baru diperusahaan tersebut. Sebulan ia bekerja bertepatan dengan pendaftaran mahasiswa baru. Ia pun mendaftarkan diri ke sebuah kampus swasta dan mengambil kelas malam karena siangnya ia pergi bekerja. Akhirnya ia pun berhasil merealisasikan cita-citanya untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Follow Berita Celebrities di Google News Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis tidak terlibat dalam materi konten ini. Cerita pendek atau lebih dikenal dengan cerpen memiliki banyak makna dalam kehidupan. Karena itulah, cerpen bisa digunakan sebagai media untuk mengajar si kecil sejak dini untuk memaknai nilai nilai yang baik, budi pekerti, dan nasihat untuk mengejar cita cita setinggi langit. Berikut ini beberapa cerita pendek tentang sekolah yang wajib di simak. Cerpen Sekolah dan Pendidikan 1. Kartini Masa Kini Cerpen pendidikan atau sekolah identik dengan nilai nilai yang positif agar bisa diajarkan kepada pembacanya. Salah satunya yang bisa diambil moral valuenya adalah Kartini masa kini. Cerpen ini menekankan cita cita bisa diraih dengan yang namanya pendidikan. Pencapaian untuk mendapatkan mimpi tersebut memang tidaklah mudah. Karakter yang dijelaskan pada cerpen ini menempuh pendidikan yang tidak mudah. Setelah lulus dari sekolah formal dan melanjutkan perguruan tinggi, maka tibalah saatnya untuk melamar pekerjaan. Dalam cerpen ini, Kartini direpresentasikan dari seorang wanita yang berusaha meraih cita citanya. Namun dalam meraihnya banyak rintangan dan halangan yang menerjang. Setelah berhasil mendapatkan pekerjaan, saatnya melakukan kewajiban tersebut. Namun dalam melakukannya, banyak cemooh yang hadir menerpanya karena tidak sesuai ekspektasi. Usaha keras yang dilakukan Kartini menjadi guru tidak berhenti sampai di situ saja, dalam mengajar di kelas pun dihadapkan dengan murid murid yang berkarakter unik/ Semua hal ia lalui tanpa pamrih karena memang itu adalah mimpinya selama ini. Ada berbagai macam rintangan yang ditemui, mulai dari murid acuh, murid pintar, dan kurang beruntung. Cerita pendek tentang sekolah ini menjelaskan bahwa perjuangan yang tidak sia sia. Pasalnya, semua murid bisa lulus dengan nilai memuaskan berkat perjuangan guru tersebut. 2. Menjemput Toga Kalau cerpen yang satu ini menceritakan perempuan berhijab yaitu Bela yang berusaha untuk meraih pendidikannya. Setelah lulus dari sekolah menengah atas, ia melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Kesenangannya disambut bahagia dengan melepas seragam putih abu abunya. Sambil memandangi langit langit kamarnya ia berpikir keras mana kampus yang tepat. Namun, orang tua Bella berpendapat lain tidak sesuai dengan keinginan anaknya. Maksud Bela hanya ingin menempuh pendidikan di dekat rumahnya saja, tetapi ibunya menginginkan pendidikan yang terbaik. Karena itulah Bela direkomendasikan untuk pergi ke pulau Jawa. Tanpa berpikir panjang Bela menuruti ibunya dan tidak tahu akan pergi kemana. Ternyata, ia harus pergi ke Solo untuk menempuh pendidikan selanjutnya. Perjalanan berlanjut, sampai ke sebuah asrama yang dikelilingi dengan tulisan arab terukir indah. Bela tak habis pikir jika ibunya memasukkannya ke pesantren. Meskipun sambil menangis tersedu sedu, cerita pendek tentang sekolah ini berusaha merepresentasikan kisah positif. Beberapa tahun berlalu dan Bella mulai beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Dengan kata lain, meskipun bukan keinginannya awal, ia tetap berusaha untuk menjalaninya. Semangat dan keyakinan, mengantarkan ia lulus dengan lancar. Ia meyakini jika ridho Tuhan terletak pada ridho orang tua, sehingga Bela bisa menjemput toga dengan mudah. 3. Yakin Bisa Cerpen yang satu ini mengisahkan seorang murid SMA yang berada di kelas 9. Meskipun hidup di keluarga biasa biasa saja, tetapi ia ingin meraih cita citanya untuk menjadi seorang dokter. Meskipun keinginannya cukup tinggi, ia tetap berusaha dengan baik. Bahkan ia juga bermimpi untuk berkuliah di luar negeri agar mendapat pendidikan yang terbaik. Impiannya sedikit redup karena ekonomi keluarganya sedang terpuruk. Karena tidak ingin membebani orang tua, maka anak ini memutar otaknya agar bisa meraih mimpinya tersebut. Ia tetap berusaha sekuat tenaga agar tidak putus asa dan pasti bisa meraih mimpi tersebut. Salah satunya yaitu belajar bersama dengan giat dan tekun bersama temannya. Selain itu, anak ini juga giat mencari informasi terbaru mengenai beasiswa luar negeri dan juga persiapan yang dibutuhkan untuk meraih mimpinya. Cerita pendek tentang sekolah mengisahkan karakter yang mendatangi pameran beasiswa agar bisa meraih mimpinya. Selain itu, ia juga menyelesaikan UNAS dengan mudah karena belajar secara rajin. Untuk melengkapi persyaratannya, anak ini harus melakukan tes yang sedemikian rupa, seperti TOEFL dan IELTS. Usahanya tidak sia sia, karena persyaratan dipenuhi secara lengkap dan mampu mendapatkan beasiswa. Setelah empat tahun menempuh pendidikan, IPK yang didapat juga cumlaude dan terbaik. Tidak sampai disitu saja, banyak tawaran pekerjaan untuknya,, Ternyata, dengan usaha yang maksimal dan yakin pasti bisa, maka mimpi bisa diraih dengan mudah. Cerpen ini juga mengajarkan rasa pantang menyerah dan bebas putus asa saat meraih mimpi. Belajar dari kesalahan juga menjadi langkah utama untuk menggapai mimpi. Dengan kata lain, sukses adalah kumpulan dari kerja keras yang dikerjakan dengan tekun. 4. Mimpi Anak Bangsa Cerpen ini mengisahkan anak anak pinggiran yang berusaha untuk menempuh pendidikan agar lebih baik. Meskipun tidak mudah, mereka tidak pernah lelah agar mencapai mimpinya. Mereka yakin anak anak bangsa harus menerima pendidikan layajk untuk emmbangu tanah air menjadi lebih maju. Sepulang sekolah, anak anak pinggiran di cerita pendek tentang sekolah ini masih harus mencari nafkah untuk membantu ekonomi keluarga. Mereka tetap berusaha agar tetap mengenyam pendidikan demi masa depan lebih baik. Mereka berusaha menerobos segala halangan agar tetap bisa bersekolah. Bisa dikatakan, sekolah memberi peluang untuk anak pinggiran yang ingin mengejar mimpi. Cerpen dengan semangat dan juga motivasi tentang sekolah memang menjadi salah satu cara terbaik untuk mengajarkan anak anak. Dengan kisah yang semangat, tentu memberikan teladan yang baik untuk memupuk rasa pantang menyerah. Hal ini juga membantu wawasan anak, menerapkan moral kehidupan yang baik, dan memberi nilai positif. 3 menitCerpen tentang sekolahku dapat menjadi topik tepat jika kamu mendapat tugas membuat cerita pendek dari guru. Berikut beberapa contohnya! Cerita pendek atau cerpen menjadi salah satu topik mata pelajaran yang seru untuk diikuti. Sebab dengan membuat cerpen, kita belajar untuk berimajinasi, menulis dengan runut, dan paling penting melahirkan sebuah karya. Nah, salah satu topik yang bisa kamu bahas ketika membuat cerita pendek adalah cerpen tentang sekolahku atau cerpen masa sekolah ku. Topik cerpen tentang sekolahku atua cerpen tentang pendidikan relatif lebih mudah dibuat dan relate dengan kehidupan sehari-hari seorang siswa. Kamu pun bisa mengangkat beberapa persoalan ringan jika tertarik membuat cerpen tentang sekolahku. Beberapa topik yang bisa kamu angkat bila tertarik membuat cerpen tentang sekolahku akan dihadirkan lewat artikel ini. Yuk, langsung disimak contoh cerpen singkat tentang sekolah! sumber 1. Cerpen Singkat tentang Sekolah dengan Judul “Pentingnya Menjaga Kebersihan” Lumrahnya Hari Jumat, banyak siswa yang mulai agak malas dalam belajar. Selain karena menjelang akhir pekan, biasanya mata pelajaran di Hari Jumat tak banyak dan ringan. Namun, ada yang berbeda di Jumat sore kali ini. Sekolah secara tiba-tiba mengumumkan, kalau semua murid wajib membersihkan kelas dan lingkungan kelasnya. Semula siswa yang bersantai menunggu jam pulang, mendadak kompak riuh tampak kesal. “Aduh malas banget harus beres-beres kelas pas mau pulang,” ungkap Deni si ketua kelas. Namun lantaran ia adalah ketua kelas, terpaksalah Deni meminta teman-temannya bersih-bersih sesuai arahan sekolah. Semua siswa di kelas 9 B pun akhirnya bersih-bersih walau dengan menggerutu. Di antara semua siswa, ada satu siswa yang duduk-duduk santai tak mau membersihkan kelas. Ia adalah Yanto. “To, kenapa kamu malah diam tidak membantu teman-temanmu?” ujar Deni. “Malas, kita kan sudah belajar, sudah mau jam pulang juga, kenapa harus repot-repot membersihkan kelas?” jawab Yanto. Deni yang mendengar jawaban Yanto dibuat bingung, sebab ia pada dasarnya tak bisa memaksa Yanto untuk membersihkan kelas. “Ya setidaknya kamu membuang sampah di dekatmu saja, nanti teman yang lain juga malas beres-beres.” “Makin banyak yang nggak mau beres-beres, makin lama kita pulang,” jawab Deni. “Nggak mau, urusan beres-beres kan ada penjaga sekolah,” Yanto tak bergeming. Untung, siswa yang lain tetap membersihkan kelas walau seperti terpaksa. Guru-guru pun menyisir satu per satu kelas yang sedang kerja bakti. Pak Bahtiar yang kebagian mengecek kelas 9 B cukup senang karena semua siswa kompak membersihkan kelas. Namun perhatian Pak Bahtiar tertuju pada Yanto yang santai-santai di dalam kelas. “Yanto, kenapa tidak mau membersihkan kelas seperti teman-temanmu?” tanya pak Bahtiar. Yanto bingung, dia menjawab dengan pelan, “Emang tugas bersih-bersih jadi tugas siswa juga, pak? kan ada penjaga sekolah.” Pak Bahtiar lalu tersenyum dan menghampiri Yanto. “Ya, memang tugas bersih-bersih adalah tugas penjaga sekolah,” jawab sang guru. “Tapi kegiatan bersih-bersih juga jadi salah satu tugas siswa yang tak kalah penting dari matematika,” jelas Pak Bahtiar. “Kenapa, pak?” Yanto penasaran. “Dengan bersih-bersih, kita akan belajar mencintai lingkungan sekitar, disiplin, kita pun akan merasa nyaman saat belajar.” “Paling penting untuk saat ini, kelas yang bersih akan menjauhkan kita dari banyak penyakit,” terang Pak Bahtiar. “Tapi kenapa pas kita mau pulang, pak?” desak Yanto. “Justru ini adalah waktu yang tepat, kalau kita bersih-bersih mendekati jam pulang, kamu akan mendapat perasaan bahagia dan lega,” jawab Pak Bahtiar. Yanto diam dan seperti mengiyakan perkataan Pak Bahtiar. “Okelah, aku beres-beres,” jawab Yanto. Yanto pun akhirnya membantu teman-temannya yang sedang membersihkan kelas. 2. Contoh Cerpen Sekolah dengan Judul “Semangat Belajar di Sekolah” Tak seperti hari-hari sebelumnya, pagi ini hujan turun cukup deras. Padahal sudah waktunya untuk berangkat ke sekolah. Dengan cuaca hujan yang dingin, tentu bukan kondisi yang ideal untuk pergi sekolah. Apalagi aku harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk sampai ke sekolah. Ibu menawarkan aku libur karena khawatir aku kehujanan dan jatuh sakit. “Tidak apa-apa, libur dulu, izin tidak masuk sekolah. Kalau kamu tak sekolah guru pasti memaklumi,” tawar Ibu. Aku tentu sangat tergoda dengan tawaran ibu, mengingat hujan di luar yang deras. Selain itu, aku bisa santai-santai di kamar sambil tidur. “Tapi, bu…” jawabku. “Kalau aku tidak sekolah, aku tidak bisa belajar, dong,” jawabku. “Belajar di rumah saja,” jawab ibu singkat. “Di sekolah lebih seru, terus ada guru yang membimbing.” “Aku ingat kata ayah, kalau mau meraih cita-cita kita harus lawan rintangan yang ada di depan. Apalagi ini cuma hujan,” jelasku. Ibu tersenyum tampak bangga. “Baiklah kalau begitu, ibu antar kamu ke sekolah, ya. Kita pakai payung supaya kamu tidak basah kuyup,” ujar Ibu. Aku dan ibu pun pergi ke sekolah untuk belajar. Meski hujan dan banyak rintangan, tapi demi belajar dan cita-cita, harus aku lawan. *** Itulah contoh cerpen singkat tentang sekolah atau cerpen sekolah yang menarik. Semoga bermanfaat, Property People. Baca artikel menarik lainnya di Pantau terus Google News dari Berita Indonesia agar kamu tak ketinggalan berbagai informasi terbaru. Grand Dahlia Cluster Depok dapat menjadi opsi tepat jika kamu ingin punya rumah di daerah Depok. Informasi lebih lengkap, klik dan karena kami selalu AdaBuatKamu. Cek sekarang juga! sumber Sedang mencari referensi cerpen singkat tentang sekolah yang menarik dan bermakna? Yuk, lihat inspirasinya pada artikel ini! Apa itu cerpen? Cerpen adalah cerita pendek yang terdiri dari 250 sampai 750 kata. Adapun jenis teks ini memiliki batas maksimal penulisan yang mencapai kata atau 10 halaman. Teks cerpen berisi tentang prosa naratif fiktif yang menguraikan atau mendeskripsikan suatu objek maupun tokoh, sekaligus konflik dan penyelesaiannya, dalam gaya bahasa santai, singkat, dan padat. Tema cerpen pun sangat bervariasi. Adapun salah satu tema cerpen yang kerap digunakan adalah tentang sekolah. Nah, kali ini telah menghimpun inspirasi contoh cerpen singkat tentang sekolah yang bisa kamu lihat pada uraian di bawah ini. 1. Cerpen Singkat tentang Sekolah Cerpen Singkat tentang Sekolah Semangat Belajar di Sekolah Tak seperti hari-hari sebelumnya, pagi ini hujan turun cukup deras. Padahal sudah waktunya untuk berangkat ke sekolah. Dengan cuaca hujan yang dingin, tentu bukan kondisi yang ideal untuk pergi sekolah. Apalagi aku harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk sampai ke sekolah. Ibu menawarkan aku libur karena khawatir aku kehujanan dan jatuh sakit. “Tidak apa-apa, libur dulu, izin tidak masuk sekolah. Kalau kamu tak sekolah guru pasti memaklumi,” tawar Ibu. Aku tentu sangat tergoda dengan tawaran ibu, mengingat hujan di luar yang deras. Selain itu, aku bisa santai-santai di kamar sambil tidur. “Tapi, bu…” jawabku. “Kalau aku tidak sekolah, aku tidak bisa belajar, dong,” jawabku. “Belajar di rumah saja,” jawab ibu singkat. “Di sekolah lebih seru, terus ada guru yang membimbing.” “Aku ingat kata ayah, kalau mau meraih cita-cita kita harus lawan rintangan yang ada di depan. Apalagi ini cuma hujan,” jelasku. Ibu tersenyum tampak bangga. “Baiklah kalau begitu, ibu antar kamu ke sekolah, ya. Kita pakai payung supaya kamu tidak basah kuyup,” ujar Ibu. Aku dan ibu pun pergi ke sekolah untuk belajar. Meski hujan dan banyak rintangan, tapi demi belajar dan cita-cita, harus aku lawan. 2. Cerpen tentang Sekolah sumber Cerpen tentang Sekolah Mencontek Waktu itu, saat aku masih duduk di bangku SMP, aku mengerti tentang apa itu kejujuran. Pilihan untuk berbohong dan jujur, hal itu yang aku hadapi saat aku menghadapi ujian sekolah. Saat ujian, teman sekelasku banyak yang mencontek dengan berbagai cara. Ada yang membawa catatan kecil hingga menyembunyikan buku di bawah meja. “Zi, lo mau nyontek ga? Gue bawa contekan nih” bisik Fadlan di sebelahku saat ujian berlangsung. “Wih! Boleh juga” ucapku dengan mengambil kertas kecil darinya. Pada saat itu, aku masih belum percaya buah dari sebuah kejujuran. Aku akan mencontek jika menghadapi ujian matematika, fisika hingga kimia, karena aku kurang begitu suka dengan angka. Hingga akhirnya pengumuman kenaikan kelas pun tiba, aku dan teman-temanku begitu tegang saat menunggu nilai rapot yang akan diberikan. Setelah ku terima raport dari wali kelas, lalu wali kelasku mengatakan bahwa aku naik kelas. Namun, saat aku membuka rapor itu aku melihat nilai pelajaran matematika, fisika serta kimia mendapat nilai yang kurang memuaskan bahkan kurang dari rata-rata. Saat itu ku merenung, bernostalgia di saat aku ujian dan mencontek di salah satu mata pelajaran tersebut, kemudian hasilnya mendapat nilai buruk. Sementara mata pelajaran yang lain yang aku kerjakan dengan kemampuanku meraih hasil yang baik. Lalu hal tersebut aku terapkan untuk menghadapi ujian di kelas berikutnya. Ketika ujian nanti, diriku niatkan untuk berusaha jujur dalam mengerjakan soal yang diberikan, sesulit apapun. Kali ini materi yang telah aku pelajari dan yang diajarkan guruku di kelas semuanya keluar. Tanganku menuliskan jawaban di LJK dengan tenang tanpa suatu keraguan. Hingga akhirnya pelaksanaan ujian pun selesai, kini hanya tinggal menunggu hasilnya. Hari pembagian rapot pun tiba. Aku kembali tegang dengan hasil yang akan aku dapat nanti. Kemudian ibu wali kelas membacakan satu per satu para siswa yang meraih peringkat lima besar paralel hingga tepat pembacaan siswa yang meraih peringkat pertama “Siswa yang meraih peringkat pertama adalah…” ucap ibu wali kelas, Semua siswa begitu tegang menunggu kelanjutan ucapan dari ibu wali kelas tersebut. “Gozi Faziano” ucapnya sambil mengarahkan matanya padaku. Diiringi bahagia dan harus atas kerja kerasku belajar selama ini tidak sia-sia. Kemudian semua teman memberi selamat padaku, lalu ibu wali kelas mengatakan padaku bahwa peraih peringkat pertama akan mendapat beasiswa sekolah di SMA. Diriku begitu senang mendengarnya. Anggapanku tentang kejujuran itu memang benar “kalau jujur itu membawa bahagia walau awalnya itu sulit”. 3. Contoh Cerpen Sekolah Contoh Cerpen Sekolah Belajar dari yang Tak Pernah Diajar Pagi itu aku sedang sarapan dengan sangat tenang, tiba-tiba tersendak karena aku melihat jam sekarang pukul 7. Aku menggowes sepedaku. Sialnya gerbang sekolahku sudah ditutup, dan dengan wajah kesal pak satpam berkata kepadaku di balik pintu gerbang. Lalu dibukakannya pintu gerbang ini, tapi aku bersama murid lain dihukum berdiri di lapangan basket hingga jam pertama selesai. Aku melirik pos satpam, tempat di mana laki-laki itu setiap pagi datang dan juga bekerja sampai suatu sore hari tiba. Namanya Pak Asep, tapi anak-anak sering memanggilnya dengan “Mang Oray”, aku tak tahu dari siapa orang pertama pencetus panggilan tersebut pada Pak Asep. Dia memang sangat popular di SMA Negeri 1 karena dekat dan ramah dengan murid-murid, khususnya kepada murid laki-laki. Lama setelah itu, aku makin akrab dengan satpam yang tersebut, kawan-kawanku selalu memanggilnya Mang Oray. Pernah suatu saat dia bercerita kepadaku dan juga kawan-kawanku tentang dia sewaktu seusia kami. “Dulu, Mamang juga pernah sekolah seperti kalian. Tapi, mamang tidak dapat melanjutkannya hingga selesai, karena orang tua mamang yang tidak bisa membiayainya,” imbuh dia dengan senyum untuk menutupi. “Kalian harus bisa memanfaatkan kesempatan mengais ilmu di sini, makanya mamang suka sangat marah pada kalian yang suka terlambat masuk,” sambungnya. Dia kemudian masih melanjutkan ceritanya. Ternyata di dalam rumahnya dia menyediakan perpustakaan mini untuk para tetangganya yang ingin sekolah, tapi terkendala ekonomi keluarga. Aku pun menjadi sangat kagum dengan berbagai perjuangan Pak Asep. Di tengah biaya hidup yang kini makin susah, kulit kian menjadi keriput serta rambut kian memutih, dia masih bisa selalu membantu orang-orang di sekitarnya. Terima kasih, Pak. 4. Cerita Pendek tentang Sekolah Cerita Pendek tentang Sekolah Meminta Lebih Baik dari Mencuri Hari ini, aku pulang kuliah lebih cepat dari biasanya, dikarenakan dosen mata kuliah di jam terakhir berhalangan masuk. Aku pun bergegas pulang, sekitar pukul aku tiba di rumah. Namun, aku melihat ibu seperti orang kebingungan yang sedang mencari sesuatu. Ternyata ibu kehilangan uang kembalian belanjaannya. Aku pun membantunya, tapi hasilnya pun nihil. Ibu pun pasrah dan aku keluar rumah karena lupa ada yang harus dibeli. Di jalan dekat warnet, aku bertemu dengan adikku. “De, kamu main di sini emang ibu kasih uang ke kamu? Kan kamu lagi dihukum ga dikasih uang jajan hari ini?” tanyaku dengan muka yakin kalo dia pasti mengambil uang ibu. “Oh, kaka tau kamu ambil uang ibu yang di atas meja, ya!?” sambungku. “I..ii..iya kak, aku ambil uang ibu, tapi cuma aku pakai 5 ribu doang kok, kak,” Jawab dia dengan ketakutan. “Ayo naik ke atas motor, nanti jelasin sama ibu,” ucapku sembari membawanya pulang. Sesampainya di rumah, dia langsung jujur dan menceritakan semuanya kepada ibu. Aku dan ibu langsung menasihatinya sebaik mungkin. “De, ibu lebih menghargai kamu meminta ke ibu, sekalipun kamu sedang dihukum. Dari pada mencuri seperti ini kan tidak baik,” kata ibu sambil mengelus rambut adikku. Dia hanya tertunduk malu dengan rasa bersalahnya yang terpampang jelas dari wajahnya. Setalah dinasihati, adikku mengakui kesalahannya, meminta maaf kepada ibu dan aku, serta benar-benar berjanji untuk tidak mengulanginya lagi di kemudian hari. 5. Cerpen Anak Sekolah Cerpen Singkat tentang Sekolah Pentingnya Menjaga Kebersihan Lumrahnya Hari Jumat, banyak siswa yang mulai agak malas dalam belajar. Selain karena menjelang akhir pekan, biasanya mata pelajaran di Hari Jumat tak banyak dan ringan. Namun, ada yang berbeda di Jumat sore kali ini. Sekolah secara tiba-tiba mengumumkan, kalau semua murid wajib membersihkan kelas dan lingkungan kelasnya. Semula siswa yang bersantai menunggu jam pulang, mendadak kompak riuh tampak kesal. “Aduh malas banget harus beres-beres kelas pas mau pulang,” ungkap Deni si ketua kelas. Namun lantaran ia adalah ketua kelas, terpaksalah Deni meminta teman-temannya bersih-bersih sesuai arahan sekolah. Semua siswa di kelas 9 B pun akhirnya bersih-bersih walau dengan menggerutu. Di antara semua siswa, ada satu siswa yang duduk-duduk santai tak mau membersihkan kelas. Ia adalah Yanto. “To, kenapa kamu malah diam tidak membantu teman-temanmu?” ujar Deni. “Malas, kita kan sudah belajar, sudah mau jam pulang juga, kenapa harus repot-repot membersihkan kelas?” jawab Yanto. Deni yang mendengar jawaban Yanto dibuat bingung, sebab ia pada dasarnya tak bisa memaksa Yanto untuk membersihkan kelas. “Ya setidaknya kamu membuang sampah di dekatmu saja, nanti teman yang lain juga malas beres-beres.” “Makin banyak yang nggak mau beres-beres, makin lama kita pulang,” jawab Deni. “Nggak mau, urusan beres-beres kan ada penjaga sekolah,” Yanto tak bergeming. Untung, siswa yang lain tetap membersihkan kelas walau seperti terpaksa. Guru-guru pun menyisir satu per satu kelas yang sedang kerja bakti. Pak Bahtiar yang kebagian mengecek kelas 9 B cukup senang karena semua siswa kompak membersihkan kelas. Namun perhatian Pak Bahtiar tertuju pada Yanto yang santai-santai di dalam kelas. “Yanto, kenapa tidak mau membersihkan kelas seperti teman-temanmu?” tanya pak Bahtiar. Yanto bingung, dia menjawab dengan pelan, “Emang tugas bersih-bersih jadi tugas siswa juga, pak? kan ada penjaga sekolah.” Pak Bahtiar lalu tersenyum dan menghampiri Yanto. “Ya, memang tugas bersih-bersih adalah tugas penjaga sekolah,” jawab sang guru. “Tapi kegiatan bersih-bersih juga jadi salah satu tugas siswa yang tak kalah penting dari matematika,” jelas Pak Bahtiar. “Kenapa, pak?” Yanto penasaran. “Dengan bersih-bersih, kita akan belajar mencintai lingkungan sekitar, disiplin, kita pun akan merasa nyaman saat belajar.” “Paling penting untuk saat ini, kelas yang bersih akan menjauhkan kita dari banyak penyakit,” terang Pak Bahtiar. “Tapi kenapa pas kita mau pulang, pak?” desak Yanto. “Justru ini adalah waktu yang tepat, kalau kita bersih-bersih mendekati jam pulang, kamu akan mendapat perasaan bahagia dan lega,” jawab Pak Bahtiar. Yanto diam dan seperti mengiyakan perkataan Pak Bahtiar. “Okelah, aku beres-beres,” jawab Yanto. Yanto pun akhirnya membantu teman-temannya yang sedang membersihkan kelas. 6. Cerpen Singkat tentang Sekolah Cerpen Singkat tentang Sekolah Bersih-Bersih Sekolah Setiap hari Jumat, SMA Tunas Rimba selalu mengadakan bersih-bersih sekolah. Rendy merupakan ketua kelas 12 IPS 3 mulai mengajak teman sekelasnya untuk bersih-bersih. Rendy adalah anak laki-laki tampan dan rajin. Dalam akademik dia cukup pintar, namun dia sangat jago dalam hal olahraga. Dia hobi bermain sepak bola. Tidak hanya itu, di kelas Rendy terkenal sosok yang suka bersih-bersih. Hari Jumat menjadi rutinitas wajib Rendy untuk mengajak temannya untuk bersih-bersih. Namun Jumat kali ini Rendy terlihat sedikit agak berbeda, dia sedikit tegas kepada teman-temannya yang tidak ingin ikut bersih-bersih. “Hari ini guru akan masuk ke ruang kelas. Jika guru melihat ada ruang kelas yang tidak bersih, maka jam pulang akan ditunda. Kalau kalian ingin cepat pulang, ikut bantu bersih-bersih jangan ada yang hanya duduk saja” Ucap Rendy. Semua temannya mengikuti apa kata Rendy karena ingin cepat pulang. Setelah selesai bersih-bersih tiba saatnya guru datang untuk melihat masing-masing kelas. Saat tidak di ruang kelas 12 IPS 3, guru cukup takjub karena ruang kelasnya sangat bersih. Sebagai apresiasi karena telah membuat ruang kelas menjadi bersih, Ibu guru mengizinkan anak 12 IPS 3 pulang. Semua anak-anak berteriak senang, dan mereka bergegas pulang. 7. Cerpen tentang Sekolah sumber Cerpen tentang Sekolah Ujian Akhir Semester Hari ini adalah hari anak-anak sekolah mengikuti ujian akhir semester. Anak-anak yang sudah belajar terlihat tenang menunggu jam masuk ruangan. Namun berbeda dengan anak-anak yang tidak belajar, mereka sibuk membuat contekan untuk ujian. “Kringg” bel sekolah sudah berbunyi artinya siswa masuk ke ruangan dan mulai mengerjakan ujian. Budi salah satu siswa yang malas, masuk ke ruangan dengan santai dan yakin. Guru yang melihat tingkahnya menjadi sangat curiga. “Budi kamu sudah belajar?” Tanya salah satu guru. Dengan tegas Budi menjawab “sudah dong bu”. Budi terlihat sangat yakin jika dirinya bisa mengerjakan soal ujian dengan benar. Saat menit-menit awal, tidak ada gerak gerik mencurigakan dari Budi. Pengawas yang melihat Budi, mencoba yakin jika Budi memang sudah belajar. Namun pada menit pertengahan, Budi mulai mencoba mengeluarkan contekan yang sudah disimpan. Ia mencoba mengeluarkan dengan hati-hati supaya tidak ketahuan oleh guru. Namun sayangnya, usaha Budi untuk mencontek gagal. Guru yang sedang berjalan mengawasi siswa lainnya, melihat Budi mengeluarkan contekan. Setelah ketahuan, Guru tersebut merebut contekan dan membuangnya. Budi yang awalnya terlihat santai, kini panik dan bingung. Ia tidak belajar sehingga tidak bisa mengerjakan ujiannya dengan baik. Saat pembagian nilai, dia mendapat nilai yang sangat rendah. Dia sangat menyesal karena tidak belajar dan dia berjanji kepada dirinya sendiri supaya lebih giat belajar agar mendapat nilai yang memuaskan. *** Semoga artikel ini bisa bermanfaat untukmu ya, Property People. Jangan lupa untuk pantau terus artikel yang tak kalah menarik lainnya lewat Cek juga berita terbarunya di Google News Apakah kamu sedang mencari rumah baru? Yuk, lihat pilihan terbaiknya di karena kami selalu AdaBuatKamu. Daftar Isi Cara Membuat Karangan Cerpen Menentukan Tema Menyusun Kerangka Cerpen Mengembangkan Unsur-unsur Pembangun Cerpen Contoh Karangan Cerpen Tentang Pendidikan Solo - Contoh karangan cerpen tentang pendidikan dapat digunakan oleh siapapun yang membutuhkan sebagai referensi. Berikut contoh karangan cerpen tentang pendidikan beserta unsur dan cara buku 'Bahasa Indonesia Untuk SMA/MA/SMK/MAK' 2018 oleh Imam Taufik dkk, cerpen merupakan karangan singkat yang berisi satu masalah dan berfokus pada satu cerpen dibangun oleh unsur intrinsik seperti tema, tokoh dan penokohan, alur, latar, gaya bahasa, sudut pandang, dan amanat. Cerpen juga dibangun oleh unsur ekstrinsik yang melekat pada diri pengarang seperti pendidikan, pekerjaan, agama, dll, serta hal di luar pengarang seperti keadaan sosial, budaya, dan politik. Cerpen dapat dibuat berdasarkan pengalaman hidup pengarang atau orang lain dan bertujuan untuk menyampaikan nilai-nilai kehidupan yang bersifat positif dan negatif dalam bentuk narasi yang Membuat Karangan CerpenKarangan cerpen merupakan prosa fiksi yang penggunaan kata dan kalimatnya harus dapat membangkitkan perasaan pembaca. Selain itu, cerpen juga bersifat tiruan dari perilaku atau peristiwa nyata. Berikut cara membuat karangan cerpen yang baik dan TemaTema sebuah karangan cerpen dapat berasal dari kehidupan diri sendiri atau kehidupan orang lain misalnya keluarga, teman dekat, guru, atau tetangga. Tema tersebut dapat berupa pengalaman menarik yang mengandung nilai-nilai kehidupan yang dapat menjadi pelajaran yang bermanfaat bagi orang lain pembaca.Menyusun Kerangka CerpenSetelah menentukan tema, penulis harus mengembangkan tema tersebut menjadi karangan cerpen dengan menyusun kerangka atau unsur-unsur pembangun cerpen. Kerangka cerpen merupakan urutan peristiwa yang akan ditampilkan dalam karangan cerpen. Pembuatan karangan cerpen harus mempertimbangkan pelaku dan peristiwa agar karangan cerpen tersebut enak Unsur-unsur Pembangun CerpenSetelah menyusun kerangka, penulis harus mengembangkan kerangka tersebut dengan unsur-unsur pembangun cerpen menjadi sebuah cerita yang menarik. Penulis dapat memperluas tema yang telah ditentukan dalam kerangka dan sebaiknya tidak membahas tema yang tidak terdapat dalam contoh karangan cerpen tentang pendidikan berjudul 'Sekolahku di Pedalaman' karya Surya Ismail yang dikutip dari laman lima tahun aku belajar di sekolah Budi Makmur ini. Sekolahku berada di daerah pedalaman. Kondisi sekolahku sangat sederhana. Hanya ada tiga kelas. Dindingnya terbuat dari papan dan kulit kayu. Sementara atapnya terbuat dari daun sagu, atau sering disebut daun rumbia oleh suku dan tempat duduk kami terbuat dari papan yang dibuat memanjang. Papan tulis hitam berukuran 1x2 meter menggantung di depan kelasku. Sekolahku hanya berlantaikan tanah. Kalau hujan turun, airnya akan masuk ke dalam kelasku hingga menjadi aku sudah kelas enam. Hanya ada empat orang murid di kelasku. Sedangkan guru yang mengajar di sekolahku hanya ada dua orang. Pak Nantan dan Pak Kurna, mengajar dari kelas satu sampai kelas belajar, kami dan guru senang membaur. Seperti mengerjakan latihan misalnya, kami sering mengerjakan dan memecahkannya bersama-sama, dan tidak malu-malu bertanya kalau tidak paham. Kami dan guru terlihat sangat akrab sekali!Pulang sekolah hari ini aku dibonceng Pak Nantan naik sepeda ontel. Sedangkan Rizal temanku ikut dengan Pak Kurna. Kami sering dibonceng seperti ini karena rumah kami berdua paling jauh. Jarak rumah ke sekolahku empat kilometer. Jam enam pagi aku sudah harus berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki melewati jalan setapak dan hutan belantara."Pak Nantan hari ini mancing ke sungai lagi? Boleh Ujang ikut?" tanyaku."Bapak hari ini memetik buah kelapa di kebun, Jang. Uang belanja sudah menipis. Besok kalau kelapa-kelapa itu sudah terjual, Bapak pasti akan ajak Ujang mancing di sungai!" janji Pak sedih mendengarnya. Sudah lelah mengajar di sekolah, Pak Nantan harus memanjat kelapa lagi sampai di rumah. Kalau tidak, keluarganya tidak bisa makan. Karena dengan menjual buah-buah kelapa itulah Pak Nantan bisa mendapatkan uang untuk mencukupi kebutuhan Nantan tak menerima gaji mengajar di sekolah, karena Pak Nantan hanya tamat SMP. Tapi niat baiknya ingin memajukan kampungku supaya bebas buta huruf dan pandai berhitung memang patut diacungi yang lalu ada dua orang guru bantu yang dipindah tugaskan dari kota ke kampungku. Betapa gembiranya aku waktu itu. Aku berharap kehadiran mereka bisa memberikan kemajuan bagi sekolahku. Namun harapanku itu kemudian mengajar, mereka hanya empat kali datang ke sekolahku. Bulan berikutnya, mereka tak pernah datang-datang lagi ke sekolah. Ah, mungkin mereka tak terbiasa dengan keadaan kampungku yang terpelosok jauh berada di hari Pak Nantan pernah bertanya kepadaku tentang cita-citaku. "Apa cita-citamu, Jang?""Aku ingin jadi seperti Bapak!" jawabku mantap."Menjadi guru?" Pak Nantan mengangguk, "Aku ingin membuat kampung ini menjadi maju. Aku ingin semua orang bisa membaca dan berhitung. Kalau orang-orang di kampung ini sudah bisa membaca dan berhitung, pasti mereka bisa membangun kampung ini menjadi lebih maju!"Mata Pak Nantan tampak berkaca-kaca mendengar penuturanku. "Pendidikan di kampung ini memang sangat menyedihkan. Tak ada guru-guru yang mau mengajar di kampung ini. Apalagi kebanyakan anak-anak seusiamu lebih memilih bekerja di ladang membantu orang tua mereka daripada pergi ke sekolah."Air mataku menetes. Aku sedih sekali. Di rumah, seharusnya Abah dan Emak bisa membimbingku belajar dan mengerjakan PR. Tapi mana mungkin, kedua orang tuaku tidak pandai membaca dan menulis. Malah suatu ketika Abah dan Emak memintaku untuk mengajari mereka membaca, menulis dan Bagaimana mungkin? Apa aku bisa? Ah, tapi akhirnya ku coba juga. Setiap hari setelah pulang sekolah, aku pun mengajari orang tuaku membaca, menulis, dan berhitung."Abah bangga padamu, Jang. Anak sekecil kamu sudah pandai mengajari Abah dan Emakmu membaca, menulis dan berhitung," ujar Abah memujiku."Emak juga bangga, Jang. Berkat kamu sekolah, Emak dan Abahmu jadi tak bodoh lagi. Emak dan Abahmu sekarang sudah bisa membaca walaupun masih mengeja," kata Emak, lalu mencium kepalaku."Terima kasih," ucapku terharu. "Ini juga berkat Abah dan Emak yang mau menyekolahkanku hingga aku menjadi pintar dan bisa mengajari Abah dan Emak di rumah, hehe..." Abah dan Emak memelukku, dan menciumi kedua pipiku dengan penuh rasa sayang dan kelak aku harus bisa membangun kampung ini menjadi lebih maju! Aku ingin semua orang di kampung ini bisa membaca, menulis dan berhitung. Doakan aku, ya, teman-teman!Itulah contoh karangan cerpen tentang pendidikan yang dapat dijadikan sebagai referensi. Semoga bermanfaat, Lur!Artikel ini ditulis oleh Santo, peserta Program Magang Bersertifikat Kampus Merdeka di detikcom. Simak Video "PSI Gelar Aksi Simpatik dan Edukatif di Hari Pendidikan Nasional" [GambasVideo 20detik] ahr/ams

cerpen singkat tentang sekolahku