Film5cm ini menceritakan tentang persahabatan lima orang anak yang bernama Arial, Riani, Zafran, Ian, dan Genta. Dimana mereka memiliki obsesi dan impian masing-masing. Arial adalah sosok yang paling ganteng diantara mereka, berbadan tinggi besar. Arial selalu tampak rapi dan sporty. Riani adalah sosok cantik, dan cerdas.
5cmPemain :- Herjunot Ali sebagai Zafran- Pevita Pearce sebagai Dinda- Raline Shah sebagai Riani- Fedi Nuril sebagai Genta- Saykoji sebagai Ian- Denn Resensi Film "5 CM" Mengangkat Tema Persahabatan Halaman 1 - Kompasiana.com
Lapisantekad yang seribu kali lebih keras dari baja, hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya serta mulut yang akan selalu berdoapercaya pada 5 centimeter di depan kening kamu". KEKURANGAN DAN KELEBIHAN NOVEL Kelebihan Novel :
Film5 Cm. Disusun Oleh : Kelompok : 4. Anggota : Novel 5 Cm dirilis pada tahun 2007 dan mengalami penjualan paling laris di Indonesia. Bagaikan dua mata pisau, selain kelebihan film ini pun tidak terlepas dari kekurangan. Ada beberapa adegan dan dialog yang terkesan dipaksakan.
GoodNoveladalah platform online gratis untuk membaca kelebihan dan kekurangan novel 5 cm jenis cerita novel, disini ada lebih dari 1000 seri novel [xx], Anda dapat memilih novel terjemahan dan asli atau judul novel favorit Anda.
sjMe. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Review Film 5 cm Overrated & Too Much Hype5 cm bercerita tentang lima sahabat, Genta, Zafran, Arial, Ian dan Riani yang mulai bosan dengan kehidupan pertemanan mereka yang begitu-begitu saja. Pada suatu hari, Genta mempunyai ide untuk merubah keadaan tersebut. Genta mengusulkan agar mereka tidak bertemu dulu selama tiga bulan, agar bisa menjalani kehidupan yang fresh dan baru. Awalnya keempat lainnya menolak usulan genta tersebut, namun karena genta meyakinkan dengan berbagai alasan, akhirnya mereka menerima. Genta pun sudah mempunyai ide untuk merayakan pertemuan mereka di tiga bulan yang akan datang, namun ide tersebut baru akan dikabarkan oleh genta melalui sms satu minggu sebelum hari H. Mereka berlima pun menjalani kehidupan mereka masing-masing tanpa berinteraksi satu sama lain. Singkat cerita, hari “satu minggu sebelum hari H” pun tiba. Genta mengirimkan sms yang langsung diterima oleh keempat teman-temannya, berisi instruksi untuk berkumpul di stasiun senen dengan membawa peralatan-peralatan tertentu. Saat sudah bertemu di stasiun senen dan naik kereta, terungkap lah kemana tujuan mereka banyak novel yang diangkat ke layar lebar, film 5 CM ini masih jauh kalah bagus dengan novelnya, yang sebenarnya juga tidak bagus-bagus amat jika dibandingkan dengan reputasinya. Untuk masalah sinematografi, bisa dibilang film ini terlihat cukup mumpuni, mungkin karena perpaduannya adalah keindahan alam mahameru. Bumbu-bumbu komedi yang sebenarnya bukan unsur utama dalam film ini, juga ditampilkan secara cukup baik, meskipun sebagian masih diisi dengan komedi dewasa yang cendrung kurang cerdas. Sisanya, film yang tayang perdana pada tanggal cantik “12-12-12” yang banyak salah dipersepsikan orang sebagai kiamatnya suku maya ini, dipenuhi kekurangan disana-sini. Dialog yang aneh dan kaku, adegan yang lebay dan tidak realistis, akting yang buruk, nasionalisme yang maksa, hingga konflik yang hampir tidak ada, mendominasi film yang disutradarai oleh Rizal Mantovani pertama yang paling mendominasi adalah dialog yang aneh, kaku, dan cendrung berlebihan. Kata-kata mutiara yang puitis dan bijaksana dari novel aslinya, dipaksakan untuk masuk menjadi dialog oleh sang penulis naskah, yaitu Donny Dirghantoro sendiri. Salah satu dialog yang paling bisa membuat penonton melongo keheranan adalah ketika keenamnya plus Dinda, adik arial yang tiba-tiba ikut berada diatas mobil jeep memandangi puncak gunung yang sebentar lagi akan mereka daki. Saat itu, mereka dengan konyolnya bersahut-sahutan menceploskan kata-kata indah nan bijaksana sambil melihat ke puncak gunung semeru. “Yang kita perlu cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya.”“Tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya.”“Mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya.” Oh setop!Selain dialog, adegan yang tidak realistis dan lebay juga sangat sering muncul dalam film ini. Salah satunya pada adegan awal, penonton disuguhkan dengan adegan Ian yang datang terlambat dan hampir ketinggalan kereta. Ian yang berbadan gendut, mencoba untuk mengejar kereta yang sudah berjalan dengan diiringi oleh genta yang menjulurkan tangannya di depan pintu masuk. Yang menjadi masalah, durasi mengejar kereta tersebut sangat lama, namun entah mengapa laju kereta tidak kunjung menjadi cepat dan berhasil terkejar oleh Ian. Selain itu, kenapa dia harus masuk dari pintu tempat Genta menunggunya? Bukannya bisa masuk dari pintu-pintu lain di bagian belakangnya yang sebenarnya tidak perlu dikejar? Adegan lainnya adalah ketika kelimanya sudah hampir mencapai puncak mahameru. Saat itu batu-batu berjatuhan dari atas dan menimpa Ian dan Dinda. Segera setelah itu, keempat lainnya langsung menghampiri Dinda yang sempat tidak sadarkan diri, dan Ian dibiarkan tergeletak begitu saja. Entahlah, mungkin keempatnya mempunyai prinsip ladies first. Setelah Dinda sadar, barulah mereka menghampiri Ian yang ternyata kondisinya jauh lebih gawat daripada Dinda. Ian tidak sadar hingga sekian menit sampai teman-temannya mengira dia telah meninggal. Dengan konyolnya, setelah semua teman-temannya sudah pasrah, Ian akhirnya sadar dari pingsannya. Harus diakui adegan tersebut memang lucu. Yang lebih lucu lagi adalah ketika mereka setelah itu langsung kembali melanjutkan pendakian ke puncak seakan-akan-akan tidak terjadi dipenuhi oleh dialog dan adegan yang ditulis secara aneh, kaku, lebay dan maksa, acting para pemainnya pun menjadi terpengaruh. Akting para pemain yang sebenarnya diisi oleh aktor profesional sekelas Ferdi Nuril, Herjunot Ali, dan Pevita Pearce ini menjadi buruk, kaku, dan tidak natural. Efeknya, karakter yang ada di dalam novel pun tidak bisa tergambar dengan baik. Kelima tokoh sahabat yang sudah bertahun-tahun berteman pun menjadi terlihat kurang akrab dalam beberapa nasionalisme yang dimasukkan ke dalam film juga seperti dipaksakan dan dicampuradukkan begitu saja. Ini juga sebenarnya masih berhubungan dengan masalah adegan dan dialog yang sudah dibahas sebelumnya. Unsur nasionalisme sering dimasukkan ke dalam dialog-dialog tentang kenegaraan yang kaku dan sangat maksa. Saat sudah mencapai puncak mahameru, alih-alih melakukan upacara bendera 17 agustusan di puncak tertinggi jawa itu, keenam tokoh justru berganti-gantian mengungkapkan betapa bangganya mereka terhadap Indonesia. Dan entah darimana, rombongan pendaki tiba-tiba muncul di belakang dan menonton dengan seksama aksi mereka bumbu utama dalam suatu film, yaitu konflik, sama sekali tidak terlihat di dalam film ini. Konflik internal antar sahabat, yang seharusnya bisa digali dan ditonjolkan karena merupakan tema utama dalam cerita film ini, sama sekali tidak muncul. Akibatnya, film ini terasa agak garing dan kurang 5/10Sumber Lihat Lyfe Selengkapnya
50% found this document useful 2 votes5K views21 pagesDescriptionAnalisis Film 5 cmOriginal TitleAnalisis Film 5 CmCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?50% found this document useful 2 votes5K views21 pagesAnalisis Film 5 CMOriginal TitleAnalisis Film 5 CmJump to Page You are on page 1of 21 You're Reading a Free Preview Pages 6 to 15 are not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Page 19 is not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Weekend kemarin saya akhirnya bisa menonton film yang sempat booming di kalangan anak muda Indonesia, film berjudul “5 cm”. Telat? Ya, memang saya akui sangat telat kalau saya baru menonton sekarang. Pertama, memang dari awal kemunculan film itu saya tidak se-excited orang lain untuk menontonnya. Kedua, sampai sekarang maaf saya masih suka underestimate dengan film-film nasional, jadi memang film produksi Indonesia belum pernah menjadi daftar wajib tonton di bioskop buat saya, bahkan “The Raid” yang sampai dapat penghargaan di luar negeri. Yang jadi daftar wajib tonton di bioskop bagi saya kebanyakan film barat. Sekali lagi maaf, bukan bermaksud melecehkan film nasional, tapi bagi saya hanya ada beberapa film nasional yang memang benar-benar bermutu baik dari segi cerita, akting pemainya, pesannya, maupun akhirnya weekend ini menonton film “5 cm” juga karena penasaran. Penasaran karena katanya banyak anak muda terinspirasi dari film ini, filmnya bagus, menyentuh, dan sebagainya. Akhirnya saya menontonnya. Dan ini yang saya dapatkan dari film “5 cm”. para pemainnya tampak kaku. Saya tidak tahu apakah karena aktor dan aktrisnya yang jelek atau karena skenario/script-nya yang jelek. Kalau dari segi aktor dan aktrisnya saya rasa tidak mungkin. Mereka saya nilai pemain film yang sudah berpengalaman. Kecuali mungkin Deny Sumargo dan Igor Saykoji yang jarang bermain di persahabatan yang kurang akrab. Diceritakan bahwa para tokohnya telah bersahabat selama 10 tahun. That’s a long period of time. Tetapi dalam film itu mereka berlima masih kelihatan kurang akrab. Masih terlihat ada jarak, terutama ketika berbicara satu sama lain. Mungkin ini berhubungan dengan dialog atau script yang kaku tadi. Setidaknya seperti itu yang saya lihat dalam film ini. Saya dan para sahabat saya kok rasanya tidak sekaku itu, lebih akrab, padahal baru bersahabat selama 6 jalan ceritanya kurang bagus. Dulu saat SMA guru pelajaran Bahasa Indonesia saya pernah bilang bahwa kalau ingin membuat sebuah cerita terutama fiksi yang bagus itu diawali dengan hal yang biasa dulu, datar. Lalu lama-lama naik, lama-lama makin kelihatan konfliknya sampai konfliknya memuncak. Setelah itu baru turun, mulai ada penyelesaian konflik dan akhirnya datar beberapa fiksi yang pernah saya baca dan tonton, akan lebih bagus lagi ketika di tengah-tengah cerita menuju konflik utama diselipi dengan konflik-konflik kecil yang langsung terselesaikan. Contoh yang nyata tentang grafik jalan cerita yang bagus adalah dalam film “3 Idiots”. Ketika menonton film ini perasaan penonton serasa ketika saya menonton film “5 cm”. Jalan ceritanya dari yang datar tiba-tiba langsung naik ke konflik utama. Dari menit awal ceritanya sangat datar, hanya menceritakan persahabatan para tokohnya, kebiasaan mereka berlima, aktivitas mereka sehari-hari. Bahkan ketika akan mulai memuncak tiba-tiba ceritanya datar lagi. Tetapi tiba-tiba menit ke 013148 konfliknya sudah memuncak, yaitu saat mereka berenam mendaki ke puncak kemudian ada batu berjatuhan dari atas. Saya bukannya terharu atau tegang tapi malah melongo, kok tiba-tiba begini? Tadi kayanya jalan ceritanya masih datar, kok tiba-tiba sudah ada batu jatuh, sudah ada yang terluka, pada nangis. Menurut saya itu memaksakan adegan dan dialog yang inspiratif. Yang saya soroti terutama pada menit ke 010030 yaitu saat mereka berenam sampai di lereng gunung Semeru. Saat berada di atas jip lalu memandang puncak gunung. Di adegan ini tiba-tiba mereka berenam mengeluarkan kata-kata puitis, kata-kata mutiara. Kalau tidak salah kira-kira bunyinya “kaki yang akan melangkah lebih jauh dari biasanya” dan seterusnya itu. Padahal sebelum berkata seperti itu mereka bercanda satu sama lain. Sekali lagi masalah ketiba-tibaan ini akhirnya menjadikan adegannya terlalu maksa. Tujuannya mungkin bagus, agar inspiratif. Tapi bagi saya, ketiba-tibaan dari yang tadinya bercanda langsung menjadi puitis ini malah tampak aneh, tampak terlalu beberapa keanehan dan ketidaklogisan dalam film ini. Pertama, pada menit ke 490032 saat si Ian mengejar kereta api kenapa harus susah-susah lari mengejar gerbong yang ada teman-temannya? Kan bisa langsung naik ke gerbong yang terdekat dengan dia, toh di dalam kan bisa bertemu, kereta api kan gerbongnya saling menyambung. Menurut saya, si sutradara ingin membuatnya lebih dramatis, tapi akhirnya jadi tidak yang saya tahu orang kalau mau naik gunung dalam artian camping itu tas carrier-nya tidak sekecil dan sekempes yang digambarkan di film tersebut. Tas carrier-nya pasti penuh dengan sleeping bag, matras, bahan makanan, persediaan air minum, pakaian hangat, alat makan, alat survival, obat P3K, dan perlengkapan lain. Belum lagi tenda doom itu juga lumayan makan tempat, tapi tidak terlihat mereka membawa tenda doom, tiba-tiba mereka sudah mendirikan tenda doom. Kecuali memang cuma mau hiking dan tidak sampai camping, mungkin cukup bawa tas hiking seperti yang terlihat dalam foto profil saya pada menit ke 012751 tiba-tiba si Arial kedinginan, tidak diceritakan prosesnya dari mulai kedinginan ringan, mulai lemas, lalu menggigil kedinginan hebat. Ini tiba-tiba dia langsung menggigil hebat bahkan hampir tidak bisa melanjutkan perjalanan. Anehnya lagi dia kan yang badannya paling atletis karena sering olahraga, tapi kenapa justru dia yang sampai lemah seperti itu, sedangkan yang perempuan saja kelihatan sehat walafiat. Dan setelah itu tiba-tiba Arial sudah tidak kedinginan sama terlalu memaksakan adegan heroik terutama yang tampak sekali pada menit ke 014230. Saat mereka telah sampai di puncak tiba-tiba mereka berdiri di tengah-tengah dikelilingi para pendaki yang lain. Sudah begitu mereka tiba-tiba berdeklamasi tentang persahabatan dan kebanggaan mereka pada Indonesia. Anehnya lagi para pendaki lain kok mau-maunya mendengarkan, memperhatikan, seperti menjadikan mereka berenam sebagai point of interest. Memangnya mereka siapa? Kok sampai menarik bagi para pendaki lain. Lalu para pendaki ini datangnya bersamaan, berbaris, padahal di adegan sebelumnya tidak tampak pendaki sebanyak itu. Saat mereka kejatuhan batu saja tidak ada pendaki lain yang datang membantu. Atau para pendaki ini datangnya pakai helikopter?Kelima, pada menit ke 014600 adegannya tampak “sinetron banget”. Yaitu saat mereka akan berenang di telaga setelah turun dari puncak. Mau menceburkan diri kok pakai gantian. Si Genta nyebur dulu, lalu gantian si Arial nyebur, lalu si Zafran, lalu disusul yang lainnya. Menurut saya akan lebih natural jika mereka menceburnya saling menyusul tapi hampir bersamaan. Tidak perlu menunggu si Arial menceburkan diri, berenang-renang agak lama, baru si Zafran menceburkan diri. Menurut saya akan lebih bagus jika pengambilan gambarnya dari jauh tidak perseorangan/per tokoh lalu terlihat mereka saling susul menyusul menceburkan diri ke telaga. Mau nyebur saja kok antri? Kok giliran satu-satu? ini diadaptasi dari sebuah novel dengan judul yang sama. Saya sendiri belum pernah membacanya, jadi saya tidak tahu apakah novelnya juga sama anehnya dengan filmnya. Karena kadang ada novel yang difilmkan jadi lebih bagus, lebih hidup. Tapi banyak juga novel yang difilmkan jadi malah tambah jelek, karena memang imajinasi orang ketika membaca itu all saya paham kenapa banyak orang terinspirasi oleh film ini. Tidak saya pungkiri bahwa memang ada sisi inspiratif dari film ini, cuma mungkin pengemasannya yang kurang maksimal. Yang jelas akan lebih inspiratif lagi ketika anda mengalami sendiri bagaimana rasanya naik gunung. Dengan naik gunung akan terlihat watak asli seseorang, apakah ia apatis, egois, atau setia kawan. Dan dengan naik gunung pula kita diajarkan bahwa suatu saat kita harus turun dari puncak. Seindah dan senikmat apapun rasanya berada di puncak, tetap saja kita harus turun. Itu yang pernah saya pelajari sendiri, tanpa harus menonton film terus perfilman Indonesia!! Lihat Lyfe Selengkapnya
Resensi Film 5 CENTIMETER Disususn oleh Nama Harun Adham Siti sugesti Siti aminah SMKN 8 KAB TANGERANG 2015/2016 Jl. Raya Daru, Km 1, 5, Tipar Baru, Tipar Raya Jambe, Kec Jambe. 05720021 33547237 Kata Pengantar Puji syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena rahmat dan karunia-nya kami di berikan kesehatan, dan kemanpuan untuk dapat membuat laporan hasil resensi filmyang berjudul “5 Centimeter”. Film yang akan diresensi bercerita tentang Lima remaja yang telah menjalin persahabatan yang cukup lama hingga pada suatu hari mereka berlima merasa jenuh dengan hubungan pertemanan ini, dan akhirnya mereka memutuskan berpisah untuk sementara dan berjanji tidak saling berhubungan dan berkomunikasi satu dengan yang lainnya selama 3 mereka akan bertemu lagi untuk mengadakan acara di suatu tempat. Kami menyadari bahwa dalam pembuatan resensi ini berkat bantuan dan bimbingan guru pembimbing, dan juga Teman-teman yang telah mempersiapkan film ini agar dapat ditonton bersama untuk menyelesaikan tugas masalah yang kami hadapi dapat teratasi. kami menyadari bahwa hasil resensi yang kita buat masih belum sempurna dan masih memiliki banyak kekurangan. Seperti kata pepatah tiada bambu yang tak beruas, jadi kami mengharapkan kritik dan saran dari pembaca agar kesalahan yang kita buat saat ini dapat kami perbaiki. Data film 1 Judul Film 5cm 2 Sutradara Rizal Mantovani 3 Produser Sunil Soraya 4 Genre Drama 5 Pemeran Herjunot Ali, Fedi Nuril, Denny Sumargo, Raline Shah, Igor Saykoji, Pevita Pearce 6 Tanggal Rilis 12 Desember 2012 7 Bahasa Indonesia Diangkat dari Novel National Bestseller 5cm’ karya Donny Dhirgantoro DAFTAR ISI Kata Pengantar i Data Film ii Daftar isi iii BAB I PENDAHULUAN Belakang Masalah 1 BAB II PEMBAHASAN A. Sinopsis 2 B. Resensi 2 C. Kelebihan dan Kekurangan Film 5 BAB III PENUTUP Saran dan Simpulan 6 DAFTAR PUSTAKA BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Film adalah salah satu bagian penting dari perkembangan kehidupan manusia untuk saat ini. Film bahkan menjadi gambaran bagaimana kehidupan suatu bangsa dan masyarakat karena dalam sebuah film terdapat bahasa, kebiasaan- kebiasaan, cerita-cerita khas, lokasi-lokasi menarik dan sebuah kebudayaan atau masyarakat dalam suatu bangsa. Banyak aspek yang dapat disajikan dalam sebuah film, misalnya alur cerita, karakter tokoh atau pemain, gaya bahasa, kostum, ilustrasi musik, dan setting. Apapun jenis atau temanya, Film selalu meninggalkan pesan moral kepada masyarakat yang dapat diserap dengan mudah karena film menyajikan pesan tersebut secara nyata. Gambar hidup yang ditampilkan di film memberi dampak yang berbeda dari untaian kata-kata dalam sebuah buku. Mencerna pesan yang disampaikan dalam sebuah film tentunya akan lebih mudah tersampaikan daripada sebuah tulisan. Dewasa ini perkembangan film di Indonesia tidak hanya berkutat pada film bergenre horror dan percintaan yang di dalamnya terkandung unsur-usur seksual yang menampilkan kemolekan tubuh para pemainnya, akan tetapi di Indonesia mulai banyak film-film yang memberikan banyak pengetahuan bagi para penontonya serta menampilkan keindahan alam di satunya film 5 Cm yang menampilkan keindahan alam Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Film yang di sutradarai oleh Rizal Mantovani dengan durasi 126 menit ini dibintangi oleh beberapa artis papan atas Indonesia seperti Herjunot Ali Zafran, Fedi Nuril Genta, Denny Sumargo Arial, Raline Shah Riani, Pevita Pearce Dinda, dan Igor Saykoji Ian. Film ini diangkat dari novel best seller yang berjudul sama karangan Donny Dirgantoro. BAB II PEMBAHASAN a Sinopsis Lima remaja yang telah menjalin persahabatan yang cukup lama hingga pada suatu hari mereka berlima merasa jenuh dengan hubungan pertemanan ini, dan akhirnya mereka memutuskan berpisah untuk sementara dan berjanji tidak saling berhubungan dan berkomunikasi satu dengan yang lainnya selama 3 bulan. Namun setelah 3 bulan berpisah, banyak kerinduan yang mereka rasakan. Dalam perpisahan singkat itu, mereka menemukan suatu hal yang merubah mereka untuk menjalani hidup lebih baik. Akhirnya mereka putuskan kembali untuk bertemu dan merayakan kembali pertemuan mereka dengan mendaki puncak tertinggi di Pulau Jawa yaitu Gunung Semeru. Perjalanan mereka ke puncak Semeru untuk mengibarkan bendera Merah Putih di puncak tersebut tepat pada tanggal 17 Agustus. Sebuah perjalanan yang membuat kelima pemuda ini semakin mencintai Indonesia. Banyak aral melintang dalam perjalanan mereka menuju puncak. b Resensi Kisah ini menceritakan persahabatan antara lima pemuda yang bernama Gentayang diperankan Fedi Nuril, Arial diperankan Denny Sumargo, Zafran Herjunot Ali, Riani Raline Shah, dan Ian yang diperankan oleh Igor “Saykoji”. Film ini berdasarkan novel yang berjudul “5CM” karya Donny Dhirgantoro. Resensi ini merupakan sebuah resensi film, jadi tidak dihubungkan dan tidak dibandingkan dengan novelnya. Penilaian yang dilihat dari film. Humor, tingkah laku, dan percakapan yang terjadi bisa dianggap sebagai keseharian yang pernah terjadi di dunia nyata, tetapi tetap ada bagian yang memang tidak pantas terjadi di dunia nyata. Riani yang merupakan perempuan sendiri selalu menjadi bagian yang terlindungi daripada teman-temannya. Mereka berlima semuanya telah lulus masa kuliahnya, tetapi hanya Ian yang belum. Ian terlalu sibuk mengerjakan hal lain seperti bermain game, menonton film “blue film” dan suka sekali makan mie pada malam hari. Keunikan perempuan yang paling cantik ini, apabila sedang makan mie bersama teman-temanya ia selalu meminta kuah mie dari temannya. Arial yang memiliki tubuh atletis, bila kenalan dengan wanita lain, selalu grogi dan tidak lupa membawa kecap bila sedang makan mie di sebuah warung. Zafran memiliki keunikan berbeda pastinya, dia seorang yang puitis, dan menyukai adiknya Arial yang bernama Dinda. Hubungan mereka berdua selalu datar, hanya hubungan jalan di tempat. Genta yang merupakan pekerja rajin dalam perusahaan bersama Riani, diam-diam dia menyukai Riani tapi tidak bisa mengungkapkan perasaannya walaupun mereka sudah kenal lama. Pada suatu malam mereka main kerumah Arial, berkumpul ditempat mereka biasa ngobrol dan bersantai. Tanpa disangka-sangka Genta mempunyai sebuah gagasan yang bikin mereka merasa sedih sekaligus bimbang. Genta ingin mereka berlima selama tiga bulan tidak boleh bertemu maupun berkomunikasi dengan cara apapun. Selama itu mereka harus melakukan kegiatan sesuai dengan apa yang ingin mereka capai tanpa berhubungan satu sama lain. Riani merasa dia tidak kuat tanpa mereka semua yang selalu bersama dalam segala kegiatan. Ian setuju, karena dia ingin menyelesaikan skripsinya yang telah lama dia abaikan. Dengan begitu dia bisa fokus akan kegiatanannya dengan menyelesaikan skripsi hingga sidang. Kerja keras Ian sempat mengalami cobaan, tetapi Ian tetap tidak menyerah dia terus berusaha karena orang tua Ian telah merestui Ian untuk meneruskan kuliah S2 di Manchester. Ian sempat patah semangat saat dia memberi 300 lembar kuesioner tentang SDM ke salah satu perusahaan. Setelah keluar dari perusahaan tersebut Ian bertemu dengan salah seorang yang bekerja di tempat tersebut, dia ingin meminjam dongkrak pada Ian, dengan raut muka yang putus asa Ian meminjamkan dongkrak miliknya. Kebetulan sekali orang yang meminjam dongkrak ian bekerja dalam mengurus SDM. Cocok seperti kuesioner yang Ian teliti. Dengan begitu Ian memberikan kuesioner miliknya kepada orang tersebut. Sementara itu Zafran sibuk menelpon adiknya Arial yang bernama Dinda. Zafran selalu menelpon Dinda dengan obrolan yang itu-itu saja. Ada yang menarik pada scene ini dimana Zafran sedang random chat dengan salah satu teman yang ada di akun curhatnya. Tanpa Zafran ketahui, ternyata Zafran sedang curhat melalui chat tersebut dengan Riani. Pada scene selanjutnya Riani yang sedang di kantor menunggu hujan reda, sedang mengobrol dengan Zafran. Dan obrolan mereka pun sama, mereka merindukan sahabat-sahabatnya. Selama satu bulan mereka semua mengalami kegiatan yang tidak biasa. Terutama Arial, pada saat dia sedang nge-gym, dia berhasil kenalan dengan seorang wanita bernama Nindi. Dia berani mengajak Nindi ke villa puncak orang tuanya, tetapi mereka tidak melakukan hal-hal yang negatif. Tiga bulan lamanya telah berlalu, Genta menghubungi sahabatnya dan memberitahu mereka melalui sms bahwa selama seminggu setiap hari mereka harus berolahraga untuk mempersiapkan diri dan memberitahukan kalau mereka nanti akan bertemu di stasiun kereta api senen pada tanggal 15 Agustus. Mereka berkumpul di stasiun kereta untuk keberangkatan menuju tempat rahasia yang Genta janjikan. Mereka semua telah datang, kecuali Ian yang masih dalam perjalanan. Kereta sudah bergerak, Ian pada saat itu baru muncul dan akhirnya berhasil naik ke dalam kereta, walaupun kelelahan mengejar kereta. Rasa penasaran mereka akhirnya terjawab, mereka akan mendaki menuju puncak gunung tertingi di pulau Jawa yaitu “Puncak Mahameru”. Mereka tidak hanya berlima, Arial mengajak adiknya Dinda. Berenam mereka mempersiapkan diri dari tempat penginapan hingga perjalanan mendaki ke puncak. Keindahan Mahameru dan sekitarnya begitu menakjubkan. Keindahan alam Indonesia yang memang tidak ada duanya. Sebagai warga negara Indonesia, patut bersyukur atas apa yang Tuhan berikan. Pada saat perjalanan menuju puncak Mahameru, disini terdapat jalur yang menanjak yang dinamakan tanjakan cinta. Jalur ini disebut tanjakan cinta karena bentuk dari tanjakan ini membentuk simbol cinta’. Mitos yang ada pada tanjakan cinta ini, jika pada saat kita menanjak tanpa melihat kebawah dan memikirkan seseorang yang ingin kita miliki, dipercaya keinginan kita akan terwujud. Kelucuan pun terjadi pada scene ini, Zafran dan Ian langsung mendahului teman-temanya. Zafran yang sedang meikirkan Dinda dan Ian sedang memikirkan bersama Happy Salma. Happy Salma merupakan salah seorang artis yang sangat diidolakan oleh Ian. Tiba-tiba Genta memanggil mereka berdua dari bawah, dengan spontan Zafran dan Ian langsung mengengok kebelakang. Beberapa saat mereka akhirnya sadar, kekonyolan mereka berdua membuat mereka putus asa akan keinginannya. Saat menegangkan pun tiba, mereka berlima sudah mencapai kaki Mahameru yang dikenal dengan Arcopodo. disini mereka menyempatkan untuk beristirahat dan melanjutkan perjalanan kembali menuju puncak pada pukul 0200 WIB. Sebelum melanjutka perjalanan mereka berdoa bersama terlebih dahulu. Suhu di tempat ini sangat dingin, bila tidak banyak bergerak tubuh bisa kaku kedinginan. Pada saat melakukan perjalanan menuju puncak, Arial sempat tidak kuat menahan dinginnya suhu disana hingga hampir saja Arial putus asa untuk melanjutkannya karena hypotermia. Dengan dorongan semangat dari teman-temannya, dia akhirnya bisa melanjutkan pendakiannya. Jalur pendakian yang sangat terjal dan sulit membuat banyak hal yang tidak mereka inginkan terjadi. Saat mendaki halangan pun kembali terjadi, runtuhan bebatuan dari atas mengenai Dinda dan Ian. Dinda mengalami luka disamping kiri bagian bawah teling sedangkan Ian pingsan karena terbentur runtuhan batu yang lumayan besar dan sangat keras yang ada dihadapannya. Mereka berlima menolong Ian, Genta berusaha membangunkan Ian dengan napas buatannya dan menekan bagian dadanya agar Ian sadar. Karena Ian tidak sadar-sadar mereka mengira bahwa Ian telah meninggal. Zafran yang pada saat itu sangat terpukul karena sahabatnya sudah tiada, dia berteriak memanggil Ian, dan Ian pun sadar dengan kesadaran yang lucu. Setelah semuanya sadar dan kuat, mereka melanjutkan kembali pendakiannya dengan semangat yang berkobar. Hingga akhirnya mereka berhasil mencapai puncak Mahameru, puncak tertinggi di pulau Jawa. Sesampainya di puncak Mahameru, mereka berlima mengibarkan bendera merah putih sambil melihat matahari terbit tepat di tanggal 17 Agustus. Dan mereka pun mengucapkan kata-kata yang sangat memberikan semangat kepadan seluruh pemuda Indonesia untuk mencapai keindahan alam Indonesia yang telah Allah ciptakan. Berikut ini merupakan penggalan kalimat yang mereka ucapkan sebelum melakukan pendakian Taruh puncak itu di depan kita, dan jangan lepaskan ! Yang kita perlukan adalah kaki yang berjalan lebih jauh dan tangan yang berbuat lebih banyak Leher yang akan lebih sering melihat ke atas Mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja Hati yang akan bekerja lebih keras Serta mulut yang akan selalu berdoa Dan setiap kali impian dan cita-cita muncul, letakkan di depan kening kita, Jangan menempel, biarkan menggantung 5 cm di depan kening, Supaya tidak terlepas dari mata kita Dan yang bisa dilakukan seorang manusia terhadap mimpi dan keyakinannya adalah Ia hanya tinggal mempercayainya. c Kelebihan dan Kekurangan Film Kelebihan Film ini sangat bagus dari segi cerita, adegan dan pemilihan lokasi. Dengan judul yang simple, namun sangat mengesankan dan memberi banyak pesan moral. Kekurangan Banyak adegan yang di potong pada saat melakukan pendakian di jalur yang sulit. Hanya view yang bagus saja yang diambil. BAB III PENUTUP Kesan Kesan saya terhadap film ini, film ini sangat bagus yang menceritakan tentang persahabatan. Dan dalam film ini banyak menyampaikan pesan moral yang dapat kita terapkan pada kehidupan kita sehari-hari. Menurut saya, film ini merupakan salah satu film terbaik dari seluruh perfilman Indonesia sebelumnya. Film ini sangat bagus untuk ditonton dan bisa dijadikan pembelajaran. Kesimpulan Berdasarkan kisah yang terdapat dalam 5 CM ada tiga nilai yang dapat diambil dari kisah tersebut. Yang pertama adalah persahabatan. Persahabatan kelima orang ini dapat mengibaratkan sebagai implementasi dari sila ketiga Pancasila yaitu Persatuan Indonesia. Didalam novel 5CM, diilustrasikan bahwa persahabatan mereka murni, mereka selalu menolong, peduli, dan saling percaya. Nilai yang kedua adalah nasionalisme. Mereka sebagai generasi muda tetap menjaga rasa cinta tanah air dalam diri mereka. Karena mereka sadar bahwa mereka adalah generasi penerus pembangunan bangsa di masa depan. Nasionalisme mencerminkan kecintaan kita terhadap tanah air kita. Nasionalisme dapat diwujudkan dengan menghayati dan mengamalkan nilai-nilai dasar Pancasila. Karena Pancasila sebagai dasar negara sudah selayaknya dijadikan pedoman dalam bersikap dan berperilaku dalam kehidupan sehari-hari. Nasionalisme sebagai implementasi dari sila-sila Pancasila dapat diwujudkan dalam hal apa saja. Sebagai contoh kelima sahabat ini, melaksanakan upacara hari kemerdekaan Indonesia di puncak Mahameru. Dan nilai yang terakhir adalah nilai kemanusiaan, sesuai dengan sila pancasila kedua dan kelima. Bahwa kita tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Oleh sebab itu, baik film 5 CM ini sebagai salah satu contoh implementasi Pancasila oleh para generasi muda. DAFTAR PUSTAKA
100% found this document useful 1 vote1K views19 pagesDescriptionTugas Bahasa Indonesia Review Film 5cmCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?100% found this document useful 1 vote1K views19 pagesContoh Review Film 5cmJump to Page You are on page 1of 19 You're Reading a Free Preview Pages 7 to 17 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
kelebihan dan kekurangan film 5 cm